Hadits
hadits tentang ibadah haji
(postingan di FB untuk Grup Ihyaus Sunnah dan grup2 lainnya)
عَنْ
أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ
سُئِلَ
النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْأَعْمَالِ أَفْضَلُ قَالَ
إِيمَانٌ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ جِهَادٌ فِي سَبِيلِ
اللَّهِ قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ حَجٌّ مَبْرُورٌ
صحيح
البخاري ١٤٢٢
Dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata; Ditanyakan
kepada Nabi Shallallahu'alaihiwasallam: "'Amal apakah yang paling
utama?". Beliau menjawab: "Iman kepada Allah dan rasulNya".
Kemudian ditanya lagi: "Kemudian apa?" Beliau menjawab: "Al
Jihad fii sabiilillah". Kemudian ditanya lagi: "Kemudian apa
lagi?" Beliau menjawab: "Hajji mabrur". (HR Bukhari, sahih)
Komentar: jadi haji mabrur adalah amal, bukan gelar.
Dengan demikian kemabruran haji tidak menetap, hanya pada saat ibadah haji itu
dilakukan saja. Agar menetap dan bernilai untuk diberi pahala surga
(sebagaimana hadits yang menyatakan "Tiada pahala bagi haji mabrur kecuali
surga - muttafaq alaih), perlu dipertahankan dengan tetap istiqomah melakukan
amal yang diperintahkan Allah swt dan Rasul-Nya saw, dan menghindari (tidak
melakukan) apa yang dilarangnya.
Sebagaimana suatu ungkapan kata bijak menyatakan: "Tanda haji mabrur (juga diterimanya puasa Romadlon seseorang) adalah meningkanya amal ibadah seseorang setelahnya".
Sebagaimana suatu ungkapan kata bijak menyatakan: "Tanda haji mabrur (juga diterimanya puasa Romadlon seseorang) adalah meningkanya amal ibadah seseorang setelahnya".
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه
وسلم قَالَ: ( اَلْعُمْرَةُ إِلَى اَلْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا,
وَالْحَجُّ اَلْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا اَلْجَنَّةَ )
مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Umrah ke umrah menghapus dosa
antara keduanya, dan tidak ada pahala bagi haji mabruru kecuali surga."
Muttafaq Alaihi.
وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: ( قُلْتُ: يَا رَسُولَ
اَللَّهِ! عَلَى اَلنِّسَاءِ جِهَادٌ ? قَالَ: نَعَمْ, عَلَيْهِنَّ جِهَادٌ لَا
قِتَالَ فِيهِ: اَلْحَجُّ, وَالْعُمْرَةُ ) رَوَاهُ أَحْمَدُ, وَابْنُ
مَاجَهْ وَاللَّفْظُ لَهُ, وَإِسْنَادُهُ صَحِيحٌ. وَأَصْلُهُ فِي اَلصَّحِيحِ
Dari 'Aisyah Radliyallaahu 'anhu bahwa dia bertanya:
Wahai Rasulullah, apakah kaum wanita itu diwajibkan jihad? Beliau menjawab: Ya,
mereka diwajibkan jihad tanpa perang di dalamnya, yaitu haji dan umrah."
Riwayat Ahmad dan Ibnu Majah dengan lafadz menurut riwayatnya. Sanadnya shahih
dan asalnya dari shahih Bukhari-Muslim.
وَعَنْ أَنَسٍ رضي الله عنه قَالَ: ( قِيلَ يَا رَسُولَ اَللَّهِ, مَا
اَلسَّبِيلُ? قَالَ: اَلزَّادُ وَالرَّاحِلَةُ ) رَوَاهُ اَلدَّارَقُطْنِيُّ
وَصَحَّحَهُ اَلْحَاكِمُ, وَالرَّاجِحُ إِرْسَالُهُ
Anas Radliyallaahu 'anhu berkata: Ada yang bertanya:
Wahai Rasulullah, apakah sabil (jalan) itu? beliau bersabda: "Bekal dan
kendaraan." Riwayat Daruquthni. Hadits shahih menurut Hakim. Hadits mursal
menuru pendapat yang kuat.
وَعَنْ اِبْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا; ( أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى
الله عليه وسلم لَقِيَ رَكْبًا بِالرَّوْحَاءِ فَقَالَ: مَنِ اَلْقَوْمُ? قَالُوا:
اَلْمُسْلِمُونَ. فَقَالُوا: مَنْ أَنْتَ? قَالَ: رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه
وسلم فَرَفَعَتْ إِلَيْهِ اِمْرَأَةٌ صَبِيًّا. فَقَالَتْ: أَلِهَذَا حَجٌّ?
قَالَ: " نَعَمْ: وَلَكِ أَجْرٌ ) رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Dari Ibnu Abbas bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa
Sallam pernah bertemu dengan suatu kafilah di Rauha', lalu beliau bertanya:
"Siapa rombongan ini?" Mereka berkata: Siapa engkau? Beliau menjawab:
"Rasulullah." Kemudian seorang perempuan mengangkat seorang anak
kecil seraya bertanya: Apakah yang ini boleh berhaji? Beliau bersabda: Ya boleh,
dan untukmu pahala." Riwayat Muslim.
Diunggal di grup Ihyaus Sunnah 24 September 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar