Hati hati memposting teks/foto/video di
internet, mengajar, atau off line (lewat non internet) memberikan taushiyah
atau kultum, memberitahu teman, mempengaruhi anak, saudara, ayah ibu atau teman
dengan sesuau amalan.
Di internet semua materi bersifat kekal sampai bumi ada kiamat. Jadi kalau baik, pahalanya dituai terus. Kalau buruk, apalagi mengajak buruk, pahalanya ya terus dipanen sampai kiamat. Naudzubillah.
سنن ابن ماجه ٢٠٥: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ الْحُبَابِ حَدَّثَنَا كَثِيرُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ عَوْفٍ الْمُزَنِيُّ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ جَدِّي
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَحْيَا سُنَّةً مِنْ سُنَّتِي فَعَمِلَ بِهَا النَّاسُ كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا لَا يَنْقُصُ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا وَمَنْ ابْتَدَعَ بِدْعَةً فَعُمِلَ بِهَا كَانَ عَلَيْهِ أَوْزَارُ مَنْ عَمِلَ بِهَا لَا يَنْقُصُ مِنْ أَوْزَارِ مَنْ عَمِلَ بِهَا شَيْئًا
Sunan Ibnu Majah 205: Telah
menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah berkata, telah menceritakan
kepada kami Zaid bin Al Hubab berkata, telah menceritakan kepada kami Katsir
bin 'Amru bin Auf Al Muzani berkata, telah menceritakan kepadaku Bapakku dari
Kakekku bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Barangsiapa menghidupkan satu sunnah dari sunnah-sunnahku, kemudian
orang-orang mengerjakannya, maka ia akan mendapatkan sebagaimana pahala orang
yang mengamalkannya tanpa mengurangi sedikitpun dari pahala mereka. Dan
barangsiapa membuat kebid'ahan, kemudian kebid'ahan itu dikerjakan oleh orang
lain, maka ia akan mendapatkan dosa sebagaimana dosa orang yang
mengerjakannya." (Syekh Al-Albani: Sahih)
Di hadits lain, redaksi kebid'ahan diutarakan dengan sunnah sayyi-ah (sunnah, perilaku, amalan yang buruk)
Di hadits lain, redaksi kebid'ahan diutarakan dengan sunnah sayyi-ah (sunnah, perilaku, amalan yang buruk)
Jadi, sama-sama
investasi, marilah berinvestasi kebaikan saja. Kebaikan yang dimaksud adalah
kalimat atau perkataan yang baik, yang ada rujukannya dari Allah swt dan
Rasul-Nya. Karena yang berasal dari yang lain, bersifat relatif, bisa salah
bisa benar. Apalagi yang bersifat menggunjing (ghibah), pasti salahnya, dan
dapat dosa plus pahala ybs dikurangi untuk yang digunjing. Jika habis dosa yang
digunjing diambil untuk yang menggunjing. Maka kita kenal hadits kebangkrutan
karena ghibah dan menzalimi orang.
Sedang soal menyebarkan sunnah atau bid'ah ini lebih luar biasa. Kalau teman2 pernah dengar tentang MLM, inilah MLM yang asli dari Allah dan Rasul-Nya. Menuai terus pahala atau dosa, kapan saja ada pengikutnya, walaupun orangnya yang bicara telah meninggal. Na'udzu billahi min dzalik.
Sedang soal menyebarkan sunnah atau bid'ah ini lebih luar biasa. Kalau teman2 pernah dengar tentang MLM, inilah MLM yang asli dari Allah dan Rasul-Nya. Menuai terus pahala atau dosa, kapan saja ada pengikutnya, walaupun orangnya yang bicara telah meninggal. Na'udzu billahi min dzalik.
Wallahu a'lam
11 Feb 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar