Iftitah dengan hamdalah, syahadat dan shalawat kepada Rasul saw. Anjuran taqwa: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam
Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, Maka Sesungguhnya ia Telah mendapat kemenangan yang besar. (Al-Ahzab [33]: 70-71)
Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Amat keras hukumannya.. (QS Al-Hasyr [59]:7)
Muslimin rahimakumullah
Kita harus benar-benar yakin akan ayat-ayat di atas, bahwa karena kita taat kepada Allah swt dan Rasul-Nya maka kita akan menemui kemenangan dan kebahagiaan, di dunia dan di akhirat. Oleh karena itu kewajiban kita adalah belajar, mengaji, mengejar apa-apa yang menjadi firman-Nya di dalam Al-Qur’an dan apa yang telah digariskan oleh Rasulullah saw, yaitu Haditsnya, sunnah Nabi saw.
Kalau sampai saat ini kita belum banyak membaca dan belajar kedua pedoman untuk selamat itu (Kitabullah dan sunnah nabi-Nya), namun hanya tiru-tiru tetapi tidak tahu dasarnya, justru malah kaget ketika diberitahu ajaran aslinya dari Rasul saw, belum terlambat untuk mempelajari atau mengaji, karena sekarang hadits Nabi saw sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan harganya lebih murah dari HP anda.
Banyak orang kaget ketika dibacakan hadits Nabi saw tentang suatu amalan ibadah, mengira ini ajaran baru, bahkan ada yang mengira sesat, karena selama ini hanya meniru-niru saja pendahulunya dan tidak membaca/mengaji sumbernya yaitu Al-Qur’an dan haditsnya.
Ini beberapa contohnya, marilah kita simak:
• Ibadah kurban adalah sunnah muakkadah, tetapi sebenarnya bagi umat Islam yang mampu pantang meninggalkan, karena dalam surah Al-Kautsar Allah swt memerintahkan untuk melaksanakan shalat dan berkurban. Sedang Rasul saw bersabda, kalau seseorang mampu tidak berkorban ketika Idul Adha, maka janganlah dia dekat-dekat dengan musholla (tempat sholat kami). Coba kalau hadits ini diamalkan, Semarang bisa banjir darah dan daging kambing dan sapi jika Idul Adha. Jika dagingnya tidak habis dibagi di Semarang, umat Islam yang kekurangan hidupnya di Ambon, di Jayapura, dll tentu akan senang menerima daging kambing/sapi. Jika takut busuk, teknologi sudah ada untuk pengalengan daging.
• Diriwayatkan oleh Sayyidina ‘Ali ra yaitu Rasul saw kalau berwudlu, ketika mengusap kepala itu diusap semuanya sampai ujung rambut di tengkuk, lalu ditarik lagi ke depan cukup sekali saja. Hadits ini shohih. Hikmahnya, kepala orang muslim pasti adem 5 kali sehari, maka tidak "emosinan", tidak pemarah. Ini pas dengan firman Allah “Wal kaadhimiinal ghoidlo wal ‘aafiina ‘anin naas” (ciri orang taqwa adalah al mampu menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain).
• Rasul saw memerintahkan agar muslimin memelihara jenggot. Hadits sahih. Islam cocok untuk segala jaman, maka juga cocok untuk masa sekarang dan yad. Maka para ulama mensunnahkannya. Marilah kita simak gambar masa lalu, siapa tokoh muslim yang tidak berjenggot? Di Nusantara sendiri kita kenal Walisongo digambarkan semua berjenggot kecuali Sunan Kalijogo, tetapi ada versi lain beliau berjenggot. Gambar Imam Bonjol berjenggot, Kyai Mojo berjenggot, KH. Amhad Dahlan berjenggot, KH. Syurkati berjenggot, dll. Kalau kita tidak mengajarkan kepada muslimin, anak-anak kita, bagaimana perintah Nabi saw itu, bisa-bisa nanti mereka kira bahwa jenggot identik dengan teroris, maka harus diberantas.
Orang yang tidak membaca hadits ini pasti mudah dibujuki oleh orang bodoh, ustadz yang tidak membaca haditsnya, dengan mengatakan: “Ooo itu Wahabi, ooo itu Muhammadiyah, ooo itu Salafi”. Bahkan bisa-bisa mengatakan “Itu ciri teroris!”. Subhanallah……
Mungkin orang bodoh itu lalu mengatakan: “Nggak usah ikut kelompok itu, karena mereka mau mengganti amalan agama yang sudah ratusan tahun diamalkan oleh Ahlus sunnah wal jama’ah diganti dengan cara Wahabi atau Muhammadiyah”. Padahal yang dimaksud Ahlus sunnah wal jama’ah adalah siapa saja yang bertauhid sebagaimana Rasul saw dan para sabahat utama beliau, dan berpedoman untuk semua amaliyahnya baik yang khusus (ritual) maupun muamalah dan ahlaq dengan landasan Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Masak orang mengaji hadits sahih yang sangat jelas dari banyak jalan (mutawatir), Bukhari dan Muslim dan diakui kesahihannya oleh Imam Madzhab yang 4 (Hambali, Hanafi, Maliki dan Syafi’i) dan banyak ulama ahli hadits mensahihkannya, lalu orang yang mengaji itu mengamalkannya sesuai hadits itu, tetapi kok malah dituduh yang tidak-tidak?
Maka itu sudah tiba masanya bagi umat Islam menuntut kepada para ulama dan ustadz serta muballigh, agar dijelaskan apa adanya agama kita yang agung ini, agama yang oleh Allah swt sudah dinyatakan sempurna dengan firman penutup yang diterima Rasul saw menjelang wafatnya, dan disampaikan kepada muslimin ketika wukuf di Arofah bersama beliau sbb:
Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. (Al-Maidah 3)
Muslimin rahimakumullah
Baru saja beberapa waktu terakhir ini kita disentakkan dengan peristiwa-peristiwa besar yang membuat kita takjub, ada bom di masjid Polres Cirebon, ada NII yang keduanya mengatas-namakan Islam untuk kerusakan di negeri kita. Marilah kita introspeksi, marilah kita jaga diri kita dan keluarga kita dari perbuatan yang haram, maksiyat yang dilarang oleh Allah swt, dengan mengaji yang benar dari sumber Al-Qur’an dan Sunnah Nabi saw, kepada ustadz / ulama yang tidak akan menyesatkan kita ke jalan yang tidak diridhoi Allah swt. Maka masjid ini harus menyelenggarakan pengajian Tafsir Al-Qur’an dan Hadits, sehingga umat di sekitar masjid ini tidak disesatkan dan dapat bersatu. Dan jangan pangling atau asing dengan ajaran Islam sendiri yang asli dari Nabi saw.
Peristiwa bom, NII dan berita kematian Osama bin Laden, hendaklah jangan menyebabkan perpecahan di kalangan umat. Marilah kita simak bagaimana Muhajirin dan Anshor bersatu karena dipersaudarakan oleh Islam yang telah menjadi firman Allah swt. Maka jika kita berpecah belah dan bermusuhan, sesungguhnya walaupun kita telah syahadat dan berpakaian serta beribadah cara Islam, tetapi sebenarnya mempertahankan cara lama, cara jahiliyah, na’udzu billahi min dzalik.
Jangan mengira yang jahiliyah itu di luar kita, tetapi jika ada orang muslim tetapi berpikiran dan bersikap lalu bertindak sebagaimana sebelum kedatangan Islam, maka pada dasarnya ya dia masih berada di jaman jahiliyah dan mengamalkan amalan jahiliyah.
“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk”. (Ali ‘Imron 103)
Aquulu qoulii haadzaa wastaghfirullaahal ‘adhiem lii walakum walisaa-iril muslimiina wal muslimaat wal mu’miniina wal mu’minaat fastaghfiruuhu innahuu huwal ghofuurur rohiim.
KHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ لله الذى هَذَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلاَ أَنْ هَدَا نَا الله. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِهِ وَ أَصْحَبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ بِاِحْسَانِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.أَمَّا بَعْدُ : فَيَاعِبَادَ اللهِ ، أُوْصِيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ اْلمُتَّقُوْنَ. قال الله تعالى فى القرآن الكريم : يَآيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعُ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ
اَللَّهُمَّ رَبَّنَا أَدْخِلْنِي مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِي مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَلْ لِي مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيرًا
اَللَّهُمَّ اَرِنَاالْحَقَّ حَقّا وَارْزُقْنَااتِّبَاعَهُ وَاَرِنَا الْبَا طِلَ بَاطِلاَ وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ رَبَّنَا
لاَتُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ
رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّ نْيَا حَسَنَةً وَفِى الْاَ خِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
سُبْحَانَ رَبِ الْعِزَّةِ عَمَّايَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
Disampaikan pada Khutbah Jum’at di Masjid Al-Kautsar 27 Sya’ban 1432/29 Juli 2011 oleh Dr. H. M.Masyrifan Djamil, MPH., MMR.
Disajikan sedikit ilmu dan pengalaman bidang kesehatan dan agama Islam kepada siapa saja yang berusaha sehat dan selamat
Selamatkanlah dirimu dan keluargamu dari api neraka
Sehat dan selamat dengan 4 i + 2 t (islam, iman, ihsan, ikhlas plus taqwa dan tawakkal). Maka harus ada ilmunya. Selamat dalam Islam ialah bertauhid lalu taat kepada Allah swt dan Rasul-Nya saw. Apa yang diberi Rasul maka ambillah, apa yang dilarangnya maka jauhilah (Al-Hasyr 7). Jadi Allah dan Rasul-Nya adalah nomor satu.
Mohon sumbangan tulisan kesehatan dan agama, dikirm via email ke rifan.mmd@gmail.com. Kami tunggu dan jazakumullah khoiran katsiran.
Kamis, 24 November 2011
Umat Islam jangan pangling dengan ajaran Islam
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar