Selamatkanlah dirimu dan keluargamu dari api neraka

Sehat dan selamat dengan 4 i + 2 t (islam, iman, ihsan, ikhlas plus taqwa dan tawakkal). Maka harus ada ilmunya. Selamat dalam Islam ialah bertauhid lalu taat kepada Allah swt dan Rasul-Nya saw. Apa yang diberi Rasul maka ambillah, apa yang dilarangnya maka jauhilah (Al-Hasyr 7). Jadi Allah dan Rasul-Nya adalah nomor satu.

Mohon sumbangan tulisan kesehatan dan agama, dikirm via email ke rifan.mmd@gmail.com. Kami tunggu dan jazakumullah khoiran katsiran.

Kamis, 24 November 2011

Shalat membentuk pribadi yang kuat dan baik serta bermanfaat untuk lingkungannya

Iftitah, hamdalah, syahadat, shalawat dan salam kepada Nabi saw dan ajakan taqwa. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam

Muslimin sidang jum’ah rahimakumullah
Marilah kita ulang baca firman Allah swt yang sangat berharga untuk kita pedomani, sehingga kita benar-benar menggantungkan diri kepada Allah swt guna mewujudkan pribadi yang sesuai dengan kehendak-Nya dan menggerakkan keluarga dan orang yang kita cintai untuk berbuat yang sama.

Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. mereka Itulah orang-orang yang benar. (Al-Hujurat [49]: 15)

Jadi bila kita ingin dibenarkan oleh Allah dan Rasul-Nya, maka keimanan kita menghasilkan keyakinan penuh yang tidak lagi pernah ada keraguan dan berjihad dengan jiwa dan harta kita. Pertanyaannya, apakah kita sudah sampai pada tahap itu? Jika belum, bertanya saja kepada diri sendiri sudah lumayan daripada bertanya saja tidak. Namun mengetahui ayat ini saja juga lebih baik daripada tidak mengetahui, dan hanya yakin bahwa sekarang ini kita sudah benar menjadi seorang muslim sesuai ketentuan Allah dan Rasul-Nya.



Muslimin rahimakumullah

Sebelum sampai kepada tahap iman yang demikian, marilah kita berlatih diri menjadi manusia yang kuat dengan bimbingan Allah swt dan Rasul-Nya. Telah nyata manusia adalah zalim dan bodoh

Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, Maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu Amat zalim dan Amat bodoh (Al-Ahzab [33]: 72)

Hal itu sudah nyata kita saksikan sehari-hari betapa zalimnya dan bodohnya manusia, terutama yang tidak beriman dan tidak mau mengikuti bimbingan Allah dan Rasul-Nya. Manusia juga lemah:

Dan manusia dijadikan bersifat lemah (An-Nisa’ [4]: 28)

Oleh karena itu manusia bersifat berkeluh kesah, dalam kondisi apapun banyak yang mengeluh dan tidak/kurang bersyukur. Allah swt telah memperingatkan di banyak firman-Nya agar manusia mengikuti petunjuk-Nya agar manusia menjadi kuat dan oleh karenanya tidak mudah digelincirkan oleh syetan. Salah satu upaya agar manusia menjadi kuat, menurut Allah swt adalah sebagai berikut:

Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah. Dan apabila ia mendapat kebaikan ia Amat kikir. Kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat. Yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya. (Al-Ma’arij [70]: 19-22).

Aquulu qoulii haadzaa wastaghfirullaahal ‘adhiem lii walakum walisaa-iril muslimiina wal muslimaat wal mu’miniina wal mu’minaat fastaghfiruuhu innahuu huwal ghofuurur rohiim.

KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ لله الذى هَدَا نَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلاَ أَنْ هَدَا نَا الله. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِهِ وَ أَصْحَبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ بِاِحْسَانِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.أَمَّا بَعْدُ : فَيَاعِبَادَ اللهِ ، أُوْصِيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ اْلمُتَّقُوْنَ. قال الله تعالى فى القرآن الكريم : يَآيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
Muslimin rahimakumullah

Jika ayat-ayat tadi kita ulang baca hingga sampai ayat 35 akan kita dapati bahwa shalat dan amalan utama yaitu bersedekah menjadi sifat manusia yang unggul. Dan shalat akan mencegah muslimin dari berbuat keji dan munkar:

Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, Yaitu Al kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Al-Ankabut [29]: 45)

Ilustrasi kebaikan menurut versi manusia dan versi Allah swt.

Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi Sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari Kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. mereka Itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka Itulah orang-orang yang bertakwa. (Al-Baqarah [2]: 177)

Pengertian baik menurut manusia (awam) dan ketentuan Allah swt, sangat berbeda, karena telah diterangkan di ayat tersebut, yang utama adalah iman lalu ada faktor sholat. Jadi manusia yang mukmin menjadi kuat ya karena sholat, menjadi baik ya diantaranya karena sholat.
Selain itu amalan ibadah kita yang pertama dihisab (diperhitungkan) di akhirat adalah shalat, sebagaimana sabda Rasul saw:

Amalan yang mula2 dihisab bagi seorang hamba di hari kiamat adalah shalatnya. Jika shalatnya diterima, maka seluruh amalnya diterima. Jika shalatnya ditolak, maka semua amalannya ditolak (Ath-Thabarany, Al-Jami’ush Shaghir)

Kesimpulannya:
Mari kita perbaiki diri kita dengan terus istiqomah dalam beriman dan bertaqwa. Karena itu yang utama kita perbaiki terus ialah shalat kita, untuk mencapai ridlo Allah dan faedah di dunia berdasarkan ajaran Allah swt.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعُ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ
اَللَّهُمَّ رَبَّنَا أَدْخِلْنِي مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِي مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَلْ لِي مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيرًا
اَللَّهُمَّ اَرِنَاالْحَقَّ حَقّا وَارْزُقْنَااتِّبَاعَهُ وَاَرِنَا الْبَا طِلَ بَاطِلاَ وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ رَبَّنَا
لاَتُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ
رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّ نْيَا حَسَنَةً وَفِى الْاَ خِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
سُبْحَانَ رَبِ الْعِزَّةِ عَمَّايَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

Disampaikan pada Khutbah Jum’at di Masjid Al-Kautsar 22 Rajab 1432/ 24 Juni 2011 oleh Dr. H. M.Masyrifan Djamil, MPH., MMR.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar