Selamatkanlah dirimu dan keluargamu dari api neraka

Sehat dan selamat dengan 4 i + 2 t (islam, iman, ihsan, ikhlas plus taqwa dan tawakkal). Maka harus ada ilmunya. Selamat dalam Islam ialah bertauhid lalu taat kepada Allah swt dan Rasul-Nya saw. Apa yang diberi Rasul maka ambillah, apa yang dilarangnya maka jauhilah (Al-Hasyr 7). Jadi Allah dan Rasul-Nya adalah nomor satu.

Mohon sumbangan tulisan kesehatan dan agama, dikirm via email ke rifan.mmd@gmail.com. Kami tunggu dan jazakumullah khoiran katsiran.

Sabtu, 21 Mei 2011

Pengajian Para Ustadz

Ada seorang ulama yang telah berbuat banyak untuk Banjarnegara. Saya mengenalnya dari dua orang Lurah di Kecamatan Madukara Banjarnegara, yaitu Lurah Desa Bantarwaru, Pak Mujamil, dan Lurah Desa Petambakan Pak Hadiono. Kata beliau berdua ketika saya bekerja di Puskesmas Madukara tahun 1983, “Berkat pendidikan yang diberikan beliau, yang telaten memberi pengajian di desa kami, kami sadar benar soal pendidikan anak. Sekarang banyak anak2 desa kami sudah sarjana. Pak dokter kalau mau ngaji, beliau menyelenggarakan pengajian rutin tiap Senin dan Kamis, jam 8 sampai 10 pagi”. Memang kedua desa itu tergolong lebih maju dibanding desa-desa lain di Kecamatan Madukara. Banyak kegiatan Kecamatan jika perlu koordinasi dengan lurah lain atau sambutan mewakili lurah-lurah, kedua Lurah yang saya sebut tadi mewakili Lurah se Kecamatan. Pak Hadiono putranya 17, sarjana semua, diantaranya ada Insinyur yang pernah menjabat Kepala DPU Kabupaten Banjarnegara. Pak Mujamil ya sama, putra-putrinya berhasil, dan mantunya sekarang jadi Kadin Diknas.



Saya sungguh ingin mengaji kepada beliau, tetapi karena saya bekerja, sampai beliau meninggal, saya tak sempat mengaji kepadanya. Tetapi ketika saya bertugas kembali di Banjarnegara tahun 2000, saya bahagia menjadi murid dan putra beliau. Beliau sangat rajin silaturrahmi, walaupun hanya sekedar mampir ke rumah, menanyakan kesehatan kami, dan keluarga (istri dan anak-anak). Setiap pagi beliau berjalan-jalan ke sekitarnya, kadang-kadang membeli pakan burung, membeli serabi (khas Banjarnegara), atau pupuk dll. Saat itu beliau tinggal sendiri di rumah, karena istri sudah berpulang, anak-anaknya menjadi orang di rantau. Seorang menjadi Rektor Unissula yaitu Bapak DR. dr. Rofiq Anwar, SpPA (K), seorang menjadi dokter ahli anak di Aceh, dr. Sidqi Anwar, SpA dan seorang putri pejabat di Kementan.

Memang luar biasa jejak langkah ulama yang satu ini. Semua orang menghormati dan mengakui amal dan perannya bagi Banjarnegara. Selain dakwah keliling desa sekitar Banjarnegara, beliau juga mendirikan pengajian yang paling bergengsi di Banjarnegara, karena kebanyakan yang mengaji adalah ustadz se Banjarnegara. Maka pengajian itu dinamakan pengajian para ustadz. Sebenarnya namanya adalah Ikhwanush Shofa. Siapa ulama besar Banjarnegara itu? Beliau adalah KH. Abdul Choliq, yang telah wafat pada tahun 2003 (dalam usia 87 tahun). Sampai sekarang pengajian itu masih berjalan, dengan pengajar ulama sepuh yang disegani yaitu Bapak KH. Hasyim Ahfadl dan KH. Rahmat Sukantyo.

Mengapa pengajian itu berhasil bertahan berpuluh-puluh tahun? Faktor-faktor yang membawa pengajian itu bertahan dan sukses adalah antara lain ada tujuan yang sama antara jamaah dan imamnya, yaitu mendidik diri sendiri dan lingkungannya untuk membentuk Banjarnegara lebih baik dengan generasi yang lebih baik di kemudian hari. Generasi muslim itu seharusnya hebat, khaira ummah, maka orang tua dan para ustadz serta lingkungan bahu-membahu menciptakan iklim yang kondusif bagi terwujudnya khaira ummah. Ada sekolah, ada madrasah diniyah, ada pengajian bagi anak-anak sampai ustadznya terus mengaji dan lingkungan tidak memberi kesempatan kepada kejahatan untuk tumbuh dan berkembang. Maka di tahun 1982 ketika saya pertama kali datang bekerja, saya takjub karena 99% penduduk Banjarnegara beragama Islam.

Sekarang ini kehidupan kita telah diterobos berbagai kejahatan dan godaan untuk bermaksiat dari berbagai penjuru dan dengan modus yang terus makin hari makin canggih, serta dengan eskalasi yang tinggi, seiring dengan lahirnya teknologi informasi yang makin hebat. Pengaruh buruk kreasi dalam melakukan kejahatan makin besar dan langsung masuk ke pribadi secara diam-diam melalui HP, internet, BB (black bery) dll. Ibarat air bah, bendungan kita tidaklah kuat untuk menahan banjir yang datang. Perubahan telah ada di depan mata dalam semua aspek kehidupan kita, terutama dalam komunikasi. Maka sekarang masyarakat Banjarnegara yang harus berpikir dan bekerja keras karena perubahan itu juga melanda mereka.

Di tahun 2007 saya diberitahu aparat, bahwa video porno seperti Ariel sudah ada 3 yang tertangkap, ada pelajar, ada karyawan. Ini memang seiring pengaruh besar petinggi negara yang video pornonya juga beredar luas dan kemudahan mengakses semua situs porno yang jumlahnya jutaan. Perampokan dan pembunuhan juga meningkat, penggelapan uang koperasi, serta kejahatan lainnya, juga sampai ke level pedesaan. Sekarang ini juga umat Islam Banjarnegara bukan lagi berjumlah 99%. Saya menyaksikan selama 18 tahun hidup disana, banyak terjadi konversi umat muslim menjadi nasrani, banyak gereja didirikan, sampai di pelosok-pelosok desa, bahkan di wilayah yang tidak ada pengikut yang beragama nasrani atau hanya ada kurang dari sepuluh jari.

Seseorang pindah agama itu boleh-boleh saja. Namun fenomena yang terjadi menunjukkan bahwa para ustadz, Ormas Islam dan seluruh muslimin tidak berhasil menjaga dan menyantuni sesamanya, termasuk menciptakan iklim kondusif untuk tetap teguhnya iman seorang muslim. Madrasah diniyah juga telah banyak yang tutup. Maka sekaranglah mestinya "Pengajian Para Ustadz" harus menjangkau ustadz generasi muda yang mempunyai kemampuan IT (information technology), sehingga pengajian tidak bertahan memakai cara lama, misalnya sukarela - siapa yang mau datang, “jiping” (ngaji kuping – karena memang sama sekali tak ada catatan, hanya mengandalkan ceramah lisan/oral dan hadirin mendengarkan).

Di scope Banjarnegara (dan semua daerah) sudah perlu umat Islam dan Ormasnya serta para pemukanya memikirkan adanya website agama, radio agama, sms belajar Al-Qur’an dan Hadits atau materi Islam yang basic, dimana provider sms / web itu dilayani oleh provider yang terus menerus berjaga untuk memberi informasi umat yang bertanya. Jadi bukan menyelenggarakan majelis taklim saja, tetapi berkejaran dengan perubahan yang terjadi di masyarakat dan canggihnya media komunikasi. Jika tidak demikian, bendungan yang sudah bocor “kriwik-kriwik” (masih kecil bocornya), bisa menjadi “krowok-krowok” (membesar bocornya) dan bisa-bisa jebol sehingga semua dilanda air bah. Wallahu a’lam.

1 komentar:

  1. Tulisan yang bagus! Bravo Pak Masrifan!!
    Dalam hal berpindahnya seseorang menjadi pemeluk agama lain, adalah sebuah fenomena. Saya sendiri setuju, TIDAK MENYALAHKAN pihak lain adalah sikap yang sangat terpuji, melainkan MAWAS DIRI, dan merubah strategi bagaimana supaya setiap individu muslim menjadi seorang muslim yang benar2 tangguh dan mampu brinteraksi dengan lingkungannya untuk menciptakan iklim yang bagi sesama muslim dan menjadikan masyarakat muslim disekitarnya adalah muslim yang teguh beriman sehinga mampu membentengi diri dari pengaruh2 maupun ajaran diluar agamanya.
    Kepada almarhum KH Abdul Choliq, mudah2an Allah melapangkan kehidupannya di alam Barzah, dan diampuni segala kekurangannya selagi beliau masih dialam dunia. Beliaulah yang menikahkan- menuntun saya dalam menginjakkan kaki saya ke-kehidupan berumah tangga. . .Amin

    BalasHapus