إِنَّ اْلحَمْدَ ِللهِ ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا ، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْـلِلْ فَلاَ هَــادِىَ لَه.ُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ ، أَمَّا بَعْدُ :فَيَاعِبَادَ اللهِ ، أُوْصِيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ اْلمُتَّقُوْنَ. قال الله تعالى فى القرآن الكريم :
يَآيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
Muslimin rahimakumullah
Tiada henti kita bersyukur kepada Allah swt, yang telah melimpahkan karunia-Nya kepada kita, yang tiada terkira jumlahnya. Sholawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi Muhammad saw, keluarga dan para sahabatnya.
Saya berwasiyat kepada hadirin sidang jum’ah semua dan kepada diri saya sendiri, bertaqwalah kepada Allah swt dengan sebenar-benar taqwa. Dan janganlah meninggal dunia, kecuali dalam keadaan beragama Islam.
Muslimin rahimakumullah
Silaturrahim diperintahkan langsung oleh Allah swt:
“Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain , dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”. (QS An-Nisa’ [4]: 1)
Marilah kita simak hadits Rasulullah saw sebagai berikut:
Abu Ayyub (Cholid) bin Zaid Al-Anshory ra berkata bahwa seseorang bertanya: “Ya Rasulullah, beritahukanlah kepadaku amal yang dapat memasukkan ke dalam surga, menjauhkan dari api neraka?” Jawab Nabi : “Menyembah kepada Allah dan tidak menyekutukan dengan-Nya sesuatu apapun, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat dan menyambung (tali) kasih sayang” (HR Al-Bukhari dan Muslim)
Bagaimana menjabarkan hubungan silaturrahim ini Rasulullah saw menggariskan cinta sesama muslim sama dengan cinta kepada dirinya sendiri. Sabdanya:
Dari Abu Hamzah, Anas bin Malik ra, pembantu Rasulullah saw, dari Nabi saw bersabda: ”Tidak beriman salah seorang dari kamu sehingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang dicintainya untuk dirinya.” (Hadits Riwayat Al-Bukhari dan Muslim)
Muslimin Rohimakumullah
Demikian indahnya perumpamaan silaturrahim antara umat Islam, digambarkan oleh Nabi saw sebagai satu tubuh, ketika sakit salah satu anggota tubuh, maka seluruh tubuhnya sakit dan demam, sabdanya:
“Permisalan saling cinta dan kasih sayang antara sesama kaum mu’minin adalah seumpama tubuh. Apabila salah satu anggotanya ada yang menderita sakit, maka seluruh tubuh tidak dapat tidur dan demam” (Muttafaq alaih)
Muslimin rohimakumullah
Media pemberitaan Barat telah menguasai dunia, termasuk dunia Muslimin. Bahkan TV Al-Jazirah ternyata milik Barat, disiarkan untuk kepentingan Barat, menggunakan penyiar-penyiar berkebangsaan Arab, memakai bahasa Arab sebagai pengantar resmi untuk semua siaran TV tsb. Karena media sudah dikuasai Barat, maka kalau ada berita yang sumbernya dibenci Barat, maka dibuatlah seolah-olah kebohongan, harus tidak dipercayai. Sedangkan semua berita yang dari Barat, disusun dan diperkaya dengan tayangan-tayangan yang membuat semua pemirsa atau pembacanya percaya. Contohnya ketika Presiden Iran Ahmadinejad menyampaikan kepada dunia bahwa kerusuhan yang terjadi di Teheran karena ada provokasi asing, dunia termasuk kita meragukan berita itu. Seorang pakar Timur Tengah mengatakan bahwa tayangan yang memojokkan pemerintah yang akan dilengser diulang-ulang dari berbagai sudut, meskipun kejadiannya sudah berlalu dan kejadiannya telah berubah. Berita tentang dukungan rakyat untuk Khadafi tidak dipublikasi dan lain-lain, dst.
Sekarang telah menjadi nyata, karena Barat sudah tidak sabar melihat kehebatan umat Islam, ketengangan negara-negara Islam dan kekayaan minyaknya, dengan berbagai cara negara-negara muslim itu dibuat tidak stabil, penuh dengan demo-demo dan menjurus ke pelengseran pimpinannya. Kalau sudah terjadi pelengseran, pemerintah sementara diminta mengadakan Pemilu yang diklaim demokratis untuk memilih Presiden dll. Maka cara-cara Barat untuk memenangkan seseorang dalam pemilu kemudian dimanfaatkan agar yang terpilih adalah pimpinan negara dan legislatif yang takut dan tunduk kepada Barat.
Tadinya kita mengira, yang terjadi di Timur Tengah adalah alamiah, namun sekarang sudah terbukti karena kesulitan melengserkan Presiden Muammar Khadafi, para demonstran dipersenjatai. Mereka bukan disebut PEMBERONTAK tetapi PEJUANG PRO DEMOKRASI. Di Indonesia, hanya TV Metro dalam hal ini yang obyektif, menyebut mereka pemberontak. Mereka sudah ditentang oleh rakyat mayoritas yang mencintai pemimpinnya. Namun karena mereka bersenjata, maka usaha rakyat tidak berhasil. Saya ada kenalan seorang Libya yang sedang kuliah S2 di UNDIP bercerita soal Khadafi yang sangat dicintai rakyatnya. Rakyat memanggil Khadafi dengan AKHI KHADAFY (saudaraku Khadafi). Dan menurut Bapak Setiawan Jody Pengusaha minyak yang banyak investasi di Libya, tak satupun anak2 Khadafi berbisnis / menguasai minyak! Juga patut saya kemukakan pendapat Bapak As’ad Said Ali mantan Dubes di Libya 8 tahun dan Wakil Kepala BIN, bahwa Khadafi benar-benar dicintai rakyatnya, rakyatnya makmur berkecukupan, Perusahaan Minyak semua telah dinasionalisasikan menjadi Perusahaan Negara. Nah jadi tidak perlu kita kaum muslimin ikut-ikutan menuduh dan memfitnah Khadafi dan ikut-ikutan bicara bahwa Khadafi harus dilengserkan. Apakah itu urusan kita dan apakah kita tahu kondisi yang sebenarnya?
Sikap seorang mukmin/muslim seharusnya mengikuti petunjuk Allah swt yaitu mengecek (check & recheck) manakala ada berita apa saja, apalagi mengenai saudaranya, sebagaimana firman-Nya sbb:
Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu (AL-Hujurat [49]: 6)
Ingatlah bahwa membahas keburukan orang adalah ghibah, diharamkan Allah. Dan bila ghibah kita tidak benar itu adalah fitnah dan kezaliman, akan dipertanggung jawabkan di akherat kelak. Pada pengadilan Allah yang Maha agung, Anda dikurangi pahala untuk diberikan kepada Khadafi sebesar kezaliman yang saudara kerjakan untuknya.
Tentulah karena ada pemberontakan, negara Libya melakukan kewajibannya, menumpas pemberontakan. Tetapi lihatlah media Barat, tidak satupun menyebut mereka sebagai pemberotak tetapi pejuang pro demokrasi. Bahkan lalu tentara Koalisi Negera-negara Barat yang dipimpin Amerika menyerang (agresi) habis-habisan Libya, atas rekomendasi PBB. Sungguh kita tidak bodoh, ketika Israel menyerang Gaza (negara tetangganya), ratusan jiwa saudara kaum muslimin tewas, PBB bungkam saja, DK PBB juga bungkam dan diam. Kita umat Islam di Indonesia juga diam saja, tak bisa berbuat apa-apa. Kalau Barat sudah menyerang, yang mati syahid adalah saudara-saudara muslim kita, tidak peduli apakah pendukung Khadafi atau benci Khadafi. Marilah nanti kita mendoakan saudara-saudara kita itu agar diampuni dosanya, mati sebagai syahid dan bangsanya segera ditolong Allah swt agar selesai masalahnya. Dan setelah sholat Jum’at kita shalat ghaib bagi mereka yang telah gugur itu.
Muslimin rahimakumullah,
Marilah kita simak firman Allah swt sebagai berikut:
“dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya” (Al-Maidah [5]: 2)
Aquulu qoulii haadzaa wastaghfirullaahal ‘adhiem lii walakum walisaa-iril muslimiina wal muslimaat wal mu’miniina wal mu’minaat fastaghfiruuhu innahuu huwal ghofuurur rohiim.
KHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ لله الذى هَذَا نَالِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلاَ أَنْ هَدَا نَا الله. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِهِ وَ أَصْحَبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ بِاِحْسَانِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.أَمَّا بَعْدُ : فَيَاعِبَادَ اللهِ ، أُوْصِيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ اْلمُتَّقُوْنَ. قال الله تعالى فى القرآن الكريم : يَآيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
Pada khutbah kedua ini, saya akan membacakan beberapa ayat Al-Qur’an yang mendorong kita untuk menolong (agama) Allah swt. Sekiranya kita berbuat demikian, maka Allah swt akan menolong kita dan meneguhkan kedudukan kita, insyaAllah:
Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (Muhammad [47]: 7)
Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha kuat lagi Maha perkasa.(Al-Hajj [22]: 40)
Jika Allah menolong kamu, Maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), Maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal. (Ali Imron [3]: 160)
Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah. (Luqman [31]: 33)
Selanjutnya, marilah kita berdoa dengan khusyu’.
Doa.
Aquulu qoulii haadzaa wastaghfirullaahal ‘adhiem lii walakum walisaa-iril muslimiina wal muslimaat wal mu’miniina wal mu’minaat fastaghfiruuhu innahuu huwal ghofuurur rohiim.
Khutbah Jum'at oleh M. Masyrifan Djamil di Masjid Al-Kautsar Semarang, 20 Robi'ul Akhir 1432/25 Maret 2011
Disajikan sedikit ilmu dan pengalaman bidang kesehatan dan agama Islam kepada siapa saja yang berusaha sehat dan selamat
Selamatkanlah dirimu dan keluargamu dari api neraka
Sehat dan selamat dengan 4 i + 2 t (islam, iman, ihsan, ikhlas plus taqwa dan tawakkal). Maka harus ada ilmunya. Selamat dalam Islam ialah bertauhid lalu taat kepada Allah swt dan Rasul-Nya saw. Apa yang diberi Rasul maka ambillah, apa yang dilarangnya maka jauhilah (Al-Hasyr 7). Jadi Allah dan Rasul-Nya adalah nomor satu.
Mohon sumbangan tulisan kesehatan dan agama, dikirm via email ke rifan.mmd@gmail.com. Kami tunggu dan jazakumullah khoiran katsiran.
Kamis, 31 Maret 2011
Solidaritas Muslimin dan Menolong Agama Allah
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar