إِنَّ اْلحَمْدَ ِللهِ ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا ، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْـلِلْ فَلاَ هَــادِىَ لَه.ُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ ، أَمَّا بَعْدُ :فَيَاعِبَادَ اللهِ ، أُوْصِيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ اْلمُتَّقُوْنَ. قال الله تعالى فى القرآن الكريم : يَآيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
Tiada henti kita bersyukur kepada Allah swt, yang telah melimpahkan karunia-Nya kepada kita, yang tiada terkira jumlahnya. Sholawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi Muhammad saw, keluarga dan para sahabatnya.
Saya berwasiyat kepada hadirin sidang jum’ah semua dan kepada diri saya sendiri, bertaqwalah kepada Allah swt dengan sebenar-benar taqwa. Dan janganlah meninggal dunia, kecuali dalam keadaan beragama Islam.
Muslimin rahimakumullah
Marilah kita menelaah ibadah yang pokok dan utama, dan berusaha mengamalkannya dengan sekuat tenaga. Pertama kita kaji dulu dengan sungguh-sungguh dan waktu yang banyak, dengan ustadz yang berilmu, paling tidak menguasai ilmu dasar agama dan bahasa Arab sehingga bisa menunjukkan dari mana pedoman agama diambil, sahih atau tidak.
Mengapa harus kepada ustadz yang berilmu? Karena banyak kita jumpai, orang memberi “petuah” asal ngomong dan berasal dari pikirannya atau kira-kira. Kalau ustadz yang berilmu, justru menjawab “Saya belum menguasai ilmunya, nanti kita cari di kitab atau ditanyakan ulama yang tahu”.
Mengapa harus waktunya banyak? Mari kita uraikan secara logis. Al-Qur’an sebagai pedoman bagi kita (yang beriman dan bertaqwa) mempunyai 6.236 ayat. Katakanlah seperempatnya adalah hukum, maka ada 1559 ayat. Seluruhnya harus kita ketahui karena memang petunjuk (hudan) dan pembeda, mana halal mana haram, mana baik mana buruk (furqon). Sedangkan hadits yang dihimpun oleh Imam Bukhori saja ada 7275 hadits dan diakui para ahli hadits sebagai hadits sahih yang terbaik.
Nah kalau kita mengaji sebulan sekali, maka kalau umur kita 60 tahun dan memulai mengaji dari umur 10 tahun, ada 50 x 12 = 600 kali. Jadi baru pada usia 60 tahun kita lumayan memahami Islam melalui 600 ayat. Atau kalau separo-separo Al-Qur’an dan Hadits, kita menguasai 300 ayat Al-Qur’an dan 300 hadits. Kalau umur 30 tahun, baru berapa ayat dan hadits? 20 x 12 = 240 kali pengajian (tanpa berhalangan), jadi 120 ayat dan 120 hadits. Masih lumayan.
Namun masalahnya, pengajian yang kita ikuti masih bersifat oral, getok tular, lisan, yang mengaji tidak mencatat, sehingga sangat mungkin lupa. Selain itu pengajian lisan, umumnya dihiasi dengan guyon (lelucon atau melucu) bahkan ada juga muballigh yang membawa grup musik. Al-hasil, lebih merupakan hiburan (entertainment), semakin sedikit ilmu yang dibagikan.
Tanda-tanda umat Islam mulai tidak mengenal pokok (utama) dan hanya ikut-ikutan, misalnya kalau pergi sholat Jum’at terlambat. Bahkan tidak jarang yang ada di tangga masjid dan duduk menghadap ke timur (membelakangi ka’bah dan khotib). Namun sangat diutamakan, bahkan terkesan berlomba-lomba mengadakan selamatan ruwahan (di bulan Sya’ban).
Terlambat datang ke sholat jum’at mungkin saja terjadi bagi yang jauh, atau karena halangan syar’i yang tidak dicari-cari. Namun rasanya tidak masuk akal jika selalu terlambat sholat jum’at, datang ke masjid ketika imam sudah di mimbar. Maka tentu akan kehilangan sebagian isi khutbah. Apalagi kalau terus mengamalkan perintah Rasul saw untuk sholat dua rakaat sebelum duduk. Padalah khutbah dan sholat dua rakaat adalah satu kesatuan ibadah sholat jum’ah. Kalau sekarang sudah tahu, mari kita kejar yang utama itu.
Marilah kita baca ayat dan hadits di bawah ini, mudah2an jamaah sudah tahu, karena ini sebagai pokok yang harus kita utamakan:
Firman Allah swt:
Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli[1475]. yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.(Al-Jumu’ah [62]: 9).
Hadits Nabi saw:
Pada hari Jum’at di setiap pintu-pintu masjid terdapat malaikat-malaikat yang menulis. Orang pertama dan seterusnya. Jika imam telah duduk, maka para malaikat menutup buku catatannya, kemudian mereka mendengarkan dzikir (HR Imam Malik, hadits sahih).
Muslimin rahimakumullah
Ibadah lainnya yang mutlak pentingnya adalah shalat. Marilah kita dirikan shalat dimana saja kita berada, kapan saja, jangan sampai tidak kita lakukan dengan kesengajaan. Sungguh banyak ayat tentang kewajiban shalat antara lain bahkan untuk meminta pertolongan (berdoa kepada) Allah, kita diminta melakukannya dengan sabar dan shalat (Al-Baqarah 45 dan 153 wasta’iinu bish shobri wash sholaah), namun perlu kami ungkap hadits Rasulullaw saw tentang shalat sebagai berikut, supaya kita tahu, bahwa ini juga pokok.
Hadits Rasulullah saw tentang sholat berjamaah:
Pertama: Nabi saw mendatangi sudut-sudut barisan shaf dan meratakan dada-dada jama’ah dan bahu-bahunya, seraya berkata: “Janganlah kamu maju mundur, yang menyebabkan maju-mundurnya hatimu. Bahwasanya Allah dan para malaikatnya bershalawat atas ahli shaf yang pertama.” (HR Ibnu Khuzaimah dari Al-Barra’). Hadits senada juga melalui jalur Abu Dawud dll
Kedua: “Sebaik-baik shof lelaki adalah shaf pertama, sejelek-jeleknya adalah shaf terakhir. Sebaik-baiknya shaf wanita adalah shaf yang terakhir, sejelek-jeleknya adalah shaf pertama”(HR Muslim)
Muslimin rahimakumullah
Semoga jamaah jum’ah mulai sekarang dalam beribadah berusaha keras mengejar yang pokok atau utama atau wajib yang jelas diperintahkan Allah dan Rasul-Nya dan lalu memperkaya dengan yang sunnah. Caranya tentu dengan terus mengaji dan mengamalkan yang telah dimengerti. Jadi kalau ruwahan tidak ada tuntunannya, kalau selamatan lainnya untuk arwah misal mendak (upacara peringatan kematian tahunan) adalah amalan tradisi Jawa yang bersumber dari agama Hindu, tetapi mendoakan langsung oleh anak kandungnya diperintahkan Allah dan Rasul-Nya, mengapa kita tidak memenuhi perintah Allah dan Rasul-Nya saja?
Nabi saw telah mengajarkan bagaimana cara dan kalimahnya untuk mendoakan keluarga yang telah tiada. Bahkan setiap sholat Jum’at khotib pasti mendoakan semua muslim dan muslimat, mukminin dan mukminat agar diampuni dosanya, baik yang masih hidup maupun yang sudah wafat. Sungguh, Islam agama yang agung, mulia, bermartabat, unggul, bahkan eksak. Bagi ruh yang diperlukan doa bukan bunga, upacara yang tidak diperintahkan Rasul saw atau kijing kuburan yang bagus. Inilah eksak dan benarnya agama kita. Ruh tidak butuh materi. Yang hidup yang butuh materi dan mungkin pujian dengan kijing yang bagus atau selamatan yang mewah.
Jadi mari kita kejar yang pokok atau utama atau wajib dalam contoh ini misalnya bagi anak (sholih) setiap saat memintakan ampunan dan mendoakan arwah orang tua dan saudara kita yang telah wafat, atau setiap 5 waktu, atau setiap jum’at. Bukankah itu lebih dahsyat daripada upacara tahunan yang memerlukan pemborosan biaya besar, namun hampa? Bahkan mungkin mengandung bid’ah yang dilarang Rasul saw? Maka, mari kita tinggalkan cara-cara yang campur aduk dengan amalan agama lain. Caranya sekali lagi hanya dengan ketundukan dan kepatuhan total kepada Allah dan Rasul-Nya, diikuti mau mengaji secara tekun dan sabar, membaca Al-Qur’an dan haditsnya bersama-sama, kita bisa tahu mana yang pokok (wajib) dan sunnah, mana yang dilarang dan tidak diperintahkan Islam, lalu kita amalkan agama Islam yang agung ini, sesuai sunnah Rasul saw.
Mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar (Al-Baqarah 153).
Aquulu qoulii haadzaa wastaghfirullaahal ‘adhiem lii walakum walisaa-iril muslimiina wal muslimaat wal mu’miniina wal mu’minaat fastaghfiruuhu innahuu huwal ghofuurur rohiim.
Khutbah di masjid Al-Kautsar Semarang oleh M. Masyrifan Djamil
Disajikan sedikit ilmu dan pengalaman bidang kesehatan dan agama Islam kepada siapa saja yang berusaha sehat dan selamat
Selamatkanlah dirimu dan keluargamu dari api neraka
Sehat dan selamat dengan 4 i + 2 t (islam, iman, ihsan, ikhlas plus taqwa dan tawakkal). Maka harus ada ilmunya. Selamat dalam Islam ialah bertauhid lalu taat kepada Allah swt dan Rasul-Nya saw. Apa yang diberi Rasul maka ambillah, apa yang dilarangnya maka jauhilah (Al-Hasyr 7). Jadi Allah dan Rasul-Nya adalah nomor satu.
Mohon sumbangan tulisan kesehatan dan agama, dikirm via email ke rifan.mmd@gmail.com. Kami tunggu dan jazakumullah khoiran katsiran.
Sabtu, 26 Februari 2011
Strategi ibadah: “Mendahulukan pokok (wajib), perkaya dengan yang sunnah”
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar