Selamatkanlah dirimu dan keluargamu dari api neraka

Sehat dan selamat dengan 4 i + 2 t (islam, iman, ihsan, ikhlas plus taqwa dan tawakkal). Maka harus ada ilmunya. Selamat dalam Islam ialah bertauhid lalu taat kepada Allah swt dan Rasul-Nya saw. Apa yang diberi Rasul maka ambillah, apa yang dilarangnya maka jauhilah (Al-Hasyr 7). Jadi Allah dan Rasul-Nya adalah nomor satu.

Mohon sumbangan tulisan kesehatan dan agama, dikirm via email ke rifan.mmd@gmail.com. Kami tunggu dan jazakumullah khoiran katsiran.

Sabtu, 26 Februari 2011

Makna Maulid Nabi Muhammad saw adalah meneladani dan taat kepadanya

إِنَّ اْلحَمْدَ ِللهِ ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا ، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْـلِلْ فَلاَ هَــادِىَ لَه.ُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ ، أَمَّا بَعْدُ :فَيَاعِبَادَ اللهِ ، أُوْصِيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ اْلمُتَّقُوْنَ. قال الله تعالى فى القرآن الكريم :
يَآيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

Muslimin rahimakumullah
Tiada henti kita bersyukur kepada Allah swt, yang telah melimpahkan karunia-Nya kepada kita, yang tiada terkira jumlahnya. Sholawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi Muhammad saw, keluarga dan para sahabatnya.
Saya berwasiyat kepada hadirin sidang jum’ah semua dan kepada diri saya sendiri, bertaqwalah kepada Allah swt dengan sebenar-benar taqwa. Dan janganlah meninggal dunia, kecuali dalam keadaan beragama Islam.

Muslimin rahimakumullah
Bulan Maulud ini umat Islam bersuka cita dan memperingati kelahiran Nabi Muhammad saw, dengan perayaan yang meriah. Di banyak tempat dengan mengadakan lomba-lomba. Di Jakarta digelar dzikir dan shalawat akbar di Monas dihadiri Presiden dan ada sambutan Presiden. Namun kalau tidak diikuti oleh keimanan, sikap dan amalan mengikuti dan mencontoh beliau, taat kepadanya, apa yang diperintahkan kita ikuti, apa yang dilarang kita jauhi, rasanya umat Islam belum lengkap sebagai umatnya. Ingatlah bahwa Allah swt telah menetapkan bahwa Nabi Muhammad saw adalah suri teladan bagi umat Islam, sebagaimana firman-Nya:



Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah. (Al-Ahzab [33]: 21)

Kita ulangi Sabda Rasul saw beikut ini:

”Aku meninggalkan kalian dua hal. Jika kalian berpegang dengan keduanya, maka kalian tidak akan pernah sesat, yaitu Kitab Allah dan Sunnah NabiNya” (Hadits Riwayat Malik). Dalam redaksi lain ditambah dengan kata selama-lamanya, sehingga menjadi tidak akan sesat untuk selama-lamanya.

Dengan memahami ayat dan hadits di atas, kita yakin bahwa kita akan mencontoh Rasul saw sebagai teladan bagi kita. Kita juga diperintahkan oleh Allah sbb:

Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Amat keras hukumannya.(Al-Hasyr 7).

Bahkan Allah swt bersumpah kepada Rasulullah saw bahwa jika muslimin tidak patuh kepada hukum yang ditetapkannya, mereka tidak beriman:

Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. (An-Nisa’ [4]: 65)

Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. dan Barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya Maka sungguhlah Dia telah sesat, sesat yang nyata. (Al-Ahzab [33]: 59)


Muslimin Rohimakumullah

Pada umumnya semua muslimin ingin sukses, ingin bahagia dan selamat dunia akhirat, dan di akhir hayatnya khusnul khotimah.

Marilah kita telaah, apa saja contoh perintah Rasulullah saw yang diabaikan atau didurhakai/ditentang umatnya sendiri:
• Supaya Allah mengabulkan doa dan menurunkan rahmat-Nya maka Rasul saw meminta umat Islam shalat malam terutama di sepertiga malam dan shalat fajar. Bahkan hadits tentang bagaimana mustajabnya doa pada sepertiga malam terakhir telah kita pahami. Allah swt turun ke langit dunia untuk menerima permohonan ampunan dan doa hambanya. Tetapi prakteknya ibadah yang telah diperintahkan dan dicontohkan Rasul saw dan para sahabat utama itu tidak diamalkan, malah umat diundang berkumpul di alun2 dinamai dzikir akbar, sesuatu amalan yang Rasul saw dan para sahabat tidak pernah mencontohkan. Meskipun Presiden kita juga senang yang demikian ini, bukan berarti itu kebenaran dan sunnah Nabi saw kita kalahkan.
• Ketahuilah bahwa Rasul saw dan para sahabat berkumpul di lapangan (alun2) hanya pada beberapa acara ibadah yaitu sholat Idul Fitri, sholat Idul Adha dan sholat meminta hujan! Jadi selain itu tidak ada.
• Haditsnya yang sahih: Ada tujuh golongan yang kelak di hari akhirat mendapat perlindungan, di hari tak ada perlindungan (naungan) kecuali dari naungan-Nya, salah satunya ialah seorang yang berdzikir sendirian lalu berlinangan air matanya (karena mengingat dosanya, takut kepada Allah dan mohon ampunannya dengan sepenuh jiwanya). Jadi kalau menangis bersama-sama di alun2 mungkin itu bagus untuk pelatihan, tetapi yang ditegaskan Nabi saw bermakna adalah yang dilakukan sendirian (orang lain tidak tahu)…… Kalau sudah jelas begini, mari kita kejar yang sudah jelas saja yang diajarkan Nabi saw. Dengan ini kita jelaskan kepada semua umat Islam…..yang sebenarnya…… Jangan sampai umat sesat, lantaran kita menyembunyikan kebenaran (kita dilarang menyembunyikan kebenaran, Al-Baqarah 42).

Lalu apa saja contoh larangan Rasulullah saw yang dilanggar umat Islam:
• Larangannya jelas: Hadits dari Jabir, Rasulullah saw melarang mengapur kubur, duduk diatasnya dan membangun sesuatu di atas kuburan (HR Muslim), lalu dari Jabir pula : Rasulullah saw melarang membangun di atas kuburan, atau menambah sesuatu di atasnya atau mengapurnya (HR An-Nasai), tetapi umat Islam masih “ngeboti” (kukuh mengikuti) tradisi lama yang berakar dari agama Hindu, misalnya membangun KIJING (batu nisan yang bagus-bagus seluruh permukaan kuburan). Dan muslimin merasa tidak bersalah menentang larangan Nabinya. Saatnya sekarang kita buka haditsnya.
• Padahal perintah Allah jelas di Al-Baqarah 208: agar kita masuk Islam kaaffah (sepenuhnya), dan di Al-Baqarah 42: janganlah mencampur-adukkan yang benar dengan yang batil, lha mengapa masih mencampur-adukkan amalan agama Islam dengan amalan agama Hindu? Mengapa kita tidak memurnikannya sebagaimana perintah/firman-Nya?

Muslimin rohimakumullah

Marilah kita yakini janji Allah swt dan Rasul-Nya saw, kita taati semua perintahnya, kita jauhi yang dilarangnya, kita amalkan sunnahnya. Meskipun mungkin kita dikomentari sebagai fundamentalis, ekstrim, atau apapun, kita serahkan kepada Allah. Beragama memang harus yakin dan taat total, yang mungkin dicap orang demikian itu. Demikian itupun pernah terjadi di kalangan para sahabat, mereka rela kehilangan harta dan nyawa, demi taat kepada Nabinya, mengamalkan sunnahnya. Namun begitulah yang justru kelak akan mendapat balasan dari Allah berupa ridlo dan surga-Nya. Ingatlah ayat 65 Ani-Nisa' yang telah kami baca tadi, bahkan Allah swt bersumpah kepada Nabi saw, bahwa orang tidak dinilai beriman, kalau tidak menerima hukum, ketentuan Rasulullah saw. Jelaslah bagi orang yang setengah-setengah, yang ragu-tagu karena takut manusia, lebih takut ketimbang kepada Allah swt, justru tak ada artinya apa-apa, tidak dinilai beriman...... Na'udzu billaahi min dzaalik. Semoga kita dimasukkan kepada hamba-Nya yang beriman, mendapat rahmat dan kemenangan yang dijanjikan.

Dan marilah kita ulang baca janji Allah ini:
“Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, Maka mereka adalah orang- orang yang mendapat kemenangan” (An-Nur [24]: 52)

Aquulu qoulii haadzaa wastaghfirullaahal ‘adhiem lii walakum walisaa-iril muslimiina wal muslimaat wal mu’miniina wal mu’minaat fastaghfiruuhu innahuu huwal ghofuurur rohiim.

KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ لله الذى هَذَا نَالِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلاَ أَنْ هَدَا نَا الله. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِهِ وَ أَصْحَبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ بِاِحْسَانِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.أَمَّا بَعْدُ : فَيَاعِبَادَ اللهِ ، أُوْصِيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ اْلمُتَّقُوْنَ. قال الله تعالى فى القرآن الكريم : يَآيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

Ingatlah wahai kaum muslimin bahwa bagi penentang Allah dan Rasul-Nya, akan berhadapan dengan azab siska Allah yang keras sebagaimana firman-Nya:

Dan barangsiapa menentang Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya Allah Amat keras siksaan-Nya. (Al-Anfal [8]: 13)

Oleh karena itu, marilah kita terus berusaha meneladani dan taat kepada Rasul saw. Mengamalkan agama Islam ini dengan sungguh-sungguh, terus belajar menjadi umatnya yang Islamnya kaffah, tunduk patuh, taat secara total kepada Allah dan Rasul-Nya, memohon rahmat dan ampunan atas dosa kita.

Semoga dengan begitu kita terhindar dari situasi yang melanda bangsa kita, yang seolah-olah selalu dalam murka Allah, musibah terjadi dimana-mana, orang-orang bahkan yang mengaku muslim terang-terangan durhaka kepada-Nya, maksiyat terang2an, ditayangkan di TV, orang saling marah dan bertengkar dan bermusuhan semakin banyak dan terang-terangan, seolah-olah negeri ini jauh dari rahmat Allah swt.

Dengan usaha kita sebagaimana tersebut, semoga kita dan keluarga diselamatkan-Nya dari situasi ini, mendapat rahmat, ampunan dan karunia-Nya, selamat di dunia dan akhirat, lalu beroleh ridlo dan surga-Nya. Amin ya robbal 'alamin.....

Selanjutnya, marilah kita berdoa dengan khusyu’, memohon dikabulkan oleh Allah swt.
(Doa bersama, lalu ditutup)

Aquulu qoulii haadzaa wastaghfirullaahal ‘adhiem lii walakum walisaa-iril muslimiina wal muslimaat wal mu’miniina wal mu’minaat fastaghfiruuhu innahuu huwal ghofuurur rohiim.

Khotbah M. Masyrifan Djamil di Masjid Al-Kautsar Semarang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar