Muslimin rahimakumullah
Marilah kita sadari bahwa kita adalah orang yang nanti dimuliakan Allah swt di hari akhir ketika memasuki surga, melalui pintu khusus:
Sesungguhnya di surga terdapat pintu yang bernama Ar-Royyan. Orang-orang yang berpuasa masuk melaluinya pada hari kiamat dan tidak ada seorangpun selain mereka memasukinya. Dikatakan: “Mana orang-orang yang berpuasa?” Merekapun berdiri dan tidak ada seorangpun selain mereka yang masuk melaluinya. Jika orang-orang yang berpuasa telah masuk, pintu itu ditutup hingga tidak ada seorangpun selain mereka yang bisa masuk”. (Muttafaq alaih)
Namun, apakah dengan mudahnya kita masuk surga melalui pintu Ar-Royyan itu? Sebagaimana yang sering jadi slogan anak muda: “Muda foya-foya, tua kaya raya. Mati masuk surga”. Memangnya milik siapa surga itu? Apakah kita penentunya?
Bukankah sudah menjadi sunnatullah bahwa kenikmatan hanya dapat dicapai dengan usaha, kerja keras? Kenikmatan makan akan luar biasa setelah puasa sehari suntuk? Bahkan orang Barat berkata: “There is no such free lunch” (nggak ada makan siang gratis).
Jika mau berhasil masuk pintu Ar-Royyan, tentu caranya adalah meniru Rasul saw yang ahlaqnya adalah Al-Qur’an. Marilah memahami dan mengamalkan apa yang ditunjukkan oleh Al-Qur’an, karena setiap kita yang melakukan Yasinan malam jum’at, selalu membaca awal surah Al-Baqarah, yakni ayat ke dua bahwa Al-Qur’an adalah benar dan petunjuk bagi orang yang taqwa.
Mana mungkin Al-Qur’an jadi petunjuk seseorang kalau ia tidak paham artinya? Jelas tidak paham, tetapi tidak mau berusaha belajar? Hanya ikut arus saja, anut grubyuk, di kampung ada Yasinan yang penting ikut. Kandungan Surah Yasin tak paham, malah mengira surah itu memang spesial surah Al-Qur’an untuk kirim pahala….. Lalu siapa yang salah? Semua salah, baik pemimpinnya maupun jamaahnya. Pemimpinnya tidak memberi pencerahan dengan menyampaikan isi kandungan dan tafsir surah Yasin. Sedang jamaahnya, berpuluh tahun ya nggak pernah tanya…. Subhanallah………
Muslimin rohimakumullah
Al-Qur’an bahkan sudah terbukti benar sebagai petunjuk bagi manusia seluruhnya, tidak ada yang bisa membantahnya. Bahkan Allah swt menantang siapapun yang sanggup, untuk membuat satu surah saja, dengan bantuan semua kroninya, selain Allah, bila meragukan firman-Nya:
Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang kami wahyukan kepada hamba kami (Muhammad), buatlah[31] satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. (Al-Baqarah 23)
Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya) - dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.(Al-Baqarah 24)
Dalam deretan ayat 183 surah Al-Baqarah yang mewajibkan kita berpuasa Romadlon, ada ayat ini:
bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil) (Al-Baqarah [2]: 185)
Semua yang Allah swt firmankan telah menjadi kebenaran. Telah terbukti. Namun berapa banyak diantara kita yang memahami dan terus mempelajarinya dan benar-benar meyakini sebagai petunjuk lalu terus menjadikan Al-Qur’an pedoman hidup?
Firman-Nya:
Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji (Ibrahim [14]: 1)
Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.(An-Nahl [16]: 89)
Dan Al-Quran itu adalah Kitab yang kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat.(Al-An’am [6]: 155).
Muslimin rohimakumullah
Salah satu bukti kebenaran Al-Qur’an yang telah dikaji para ulama adalah antara lain: seluruh jumlah hurufnya habis dibagi jumlah huruf dalam kalimah bismillahirrohmanirrohim yaitu 19. Subhanallah. Dan setiap kata yang ada lawannya, misal matahari dengan bulan, perempuan dan lelaki, malam dan siang, neraka dan surga jumlahnya masing-masing selalu sama.
Secara ilmu pengetahuan juga sudah dibuktikan seorang dokter bedah Perancis Dr. Maurice Buccaile bahwa Al-Qur’an adalah yang paling sesuai dengan iptek (science) diantara kitab suci agama samawi (Taurat, Injil dan Al-Qur’an).
Subhanallah, lalu mengapa kita tidak mengejar sekuat tenaga agar kita paham kalam Allah swt dan lalu mengamalkannya?
Tidak ada kata terlambat untuk belajar Al-Qur’an, sebagaimana para sahabat Rasul saw yang mulai umur tua belajar Al-Qur’an, misalnya Abu Hurairah, Umar ibnul Khottob sendiri, dll. Tetapi karena tekunnya mereka, mendapat pertolongan Allah swt bisa paham dan mengamalkannya.
Oleh karena pada khutbah ini, layaknya relevan kalau kita tanya diri kita dengan firman Allah swt, apakah kita termasuk di dalamnya? Na’udzubillah :
Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat (Al-Baqarah [2]: 85).
Muslimin rohimakumullah Kemurahan Allah swt bagi pembaca Al-Qur’an.
Allah swt memberi keutamaan bagi hambanya yang membaca Al-Qur’an, dengan 1 huruf mendapat pahala 10. Setiap hurufnya!
Rasul saw bersabda: “Barangsiapa membaca suatu huruf Kitab Allah, memperoleh suatu kebajikan, yang dilipatgandakan 10 kali lipat. Saya tidak mengatakan Alif laam miim itu satu huruf, tetapi Alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf”.
Dan bagi yang berdzikir dengannya, diberi keutamaan sebagaimana sabda Rasulullah saw sbb:
Rasul saw bersabda: “Allah tabaroka wata’ala bertitah: ‘Barangsiapa disibukkan oleh Al-Qur’an dari membaca dzikir dan memohon sesuatu permohonan kepada-Ku, niscaya Aku berikan kepadanya seutama apa yang Aku berikan kepada orang-orang yang meminta’. Keutamaan Kalam Allah atas segala perkataan yang lain itu, adalah seperti keutamaan Allah atas hamba-Nya”.
Apakah kita mau kebahagiaan? Pasti semua orang mejawab Ya! Baiklah maka kita simak firman-Nya kepada Adam as dan Hawa’:
Kami berfirman: "Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, Maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati". (Al-Baqarah 38)
Marilah kita jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup kita, sebagai landasan untuk menentukan boleh atau tidaknya dalam melangkah bagi setiap kegiatan dalam kehidupan, untuk memecahkan masalah yang kita hadapi, untuk mencontoh Rasul atau Nabi yang kisahnya diterangkan, menelaah sejarah umat manusia untuk menjadi ibroh. Semuanya telah lengkap dan sempurna. Jika kita belum paham, hanya karena kebodohan kita tidak berusaha mengkajinya. Warisan utama Rasulullah saw jika kita pegangi dengan teguh, tidak mungkin kita tersesat yakni Al-Qur’an dan As-Sunnah. Semuanya berpulang kepada kita, muslimin semuanya.
Aquulu qoulii haadzaa wastaghfirullaahal ‘adhiem lii walakum walisaa iril muslimin wal muslimaat wal mu’minin wal mu’minaat fastaghfiruuhu innahuu huwal ghofuurur rohiim.
Disampaikan pada Khutbah Jum’at di Masjid Al-Kautsar, Jl. Cempolorejo V Semarang, 17 Romadlon 1431/27 Agustus 2010 oleh Dr. H. M.Masyrifan Djamil, MPH., MMR.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar