Selamatkanlah dirimu dan keluargamu dari api neraka

Sehat dan selamat dengan 4 i + 2 t (islam, iman, ihsan, ikhlas plus taqwa dan tawakkal). Maka harus ada ilmunya. Selamat dalam Islam ialah bertauhid lalu taat kepada Allah swt dan Rasul-Nya saw. Apa yang diberi Rasul maka ambillah, apa yang dilarangnya maka jauhilah (Al-Hasyr 7). Jadi Allah dan Rasul-Nya adalah nomor satu.

Mohon sumbangan tulisan kesehatan dan agama, dikirm via email ke rifan.mmd@gmail.com. Kami tunggu dan jazakumullah khoiran katsiran.

Rabu, 15 September 2010

AGAMA YANG BENAR MENYELAMATKAN MANUSIA


Iftitah, hamdalah, syahadat, shalawat dan salam kepada Nabi saw dan ajakan taqwa. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.

Muslimin rahimakumullah
Jaman yang kita alami sekarang sungguh luar biasa. Perubahan sangat cepat dan hebat terjadi di segala bidang. Bumi juga berubah, baik musimnya, maupun gejolak lainnya di berbagai belahan dunia. Perubahan hebat terjadi pada manusianya, tatanan sosial, ekonomi, politik, hukum dan semuanya. Manusianya menuntut kebebasan yang sebebas-bebasnya, dengan alasan HAM atau demokrasi. Negara atau agama diminta tidak perlu mengurusi urusan pribadi dengan alasan wilayah itu bukanlah urusan negara atau agama. Semua persoalan diukur atas norma hukum, tidak peduli lagi pada etika dan moral. Yang penting secara hukum sudah benar. Puncaknya adalah ketika ada fatwa ulama bagi umat, dengan dalih itu ada yang menggerakkan perlawanan, meskipun sebenarnya mereka mengaku beragama Islam. Bukankah itu bentuk kekufuran?

 
Akibat yang dahsyat terjadi. Ahlaq secara pelan tetapi pasti terkikis. Malu bukan lagi menjadi milik suku bangsa kita yang dikenal luhur budi pekertinya ini. Tabrakan-tabrakan hebat terjadi, akibatnya sungguh fatal.
Tatanan politik dan ekonominya memfotokopi pola Barat (demoktrasi ala Barat, liberal, ultralib, kapitalis), namun segi etis tidak difotokopi (diabaikan). Sementara Barat sudah kuat sistem hukum, etika dan moral, sedang di kita malah kedodoran. Pakar Ekonomi Islam DR. M. Syafi’i Antonio (Radio SMART FM Kamis 24 Juni 2010 jam 8-9) mengatakan, tender proyek di Perusahaan swasta Internasional justru Islami, padahal orang-orangnya bukan muslim. Sedang di kita sebaliknya, mayoritas Islam tetapi banyak terjadi suap dan gratifikasi.
Perzinahan merajalela, karena menganggap sex adalah urusan pribadi. Negara dan agama tidak perlu campur tangan dalam masalah ini. Terjadilah kebebasan seks yang lebih dahsyat dari kebebasan di negara Barat. Bahkan disertai dengan rekaman video dan pembunuhan atas korban yang diperkosanya.
Kebebasan politik telah membawa korban. Tidak sedikit korban kekalahan Pemilu dan Pemilu Kada yang sakit jiwa atau bunuh diri. Sedang yang menang, beberapa saat kemudian diketahui menghuni hotel prodeo. Jadi menang kalah semuanya jadi korban.

Muslimin rohimakumulah
Dapat disimpulkan, sekarang masyarakat kehilangan pegangan yang sebenarnya akan membawanya menuju kemaslahatan, keselamatan, kedamaian, kebahagiaan. Akal dan nafsu memimpin mereka, sehingga tersesat dan menghancurkan dirinya sendiri. Ibarat pergi dari cahaya menuju kegelapan. Hanya berdiri terpaku atau menggapai apa saja yang dikiranya bisa menolongnya berjalan di kegelapan.
Sebaliknya orang mukmin sungguh beruntung, karena justru dari kegelapan dibimbing oleh Allah swt menuju tempat yang terang. Semua jelas dan tidak akan tersandung batu, atau terjerumus ke jurang, atau bertabrakan atau tersesat.
Situasi ini telah diperingatkan Allah swt, dengan firman-Nya:

“Allah pelindung orang-orang yang beriman; dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya” (Al-Baqarah 257).

Memang dunia bagi manusia yang hanya memandang nafsu, adalah kesenangan, hiasan yang dikejarnya terus tiada henti. Allah swt telah berfirman menggambarkan kenikmatan dunia

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak[1] dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)” (QS Ali ‘Imron [3]: 14)

Muslimin rahimakumullah
Sungguh beruntung orang mukmin yang mau taat kepada Allah swt dan Rasul-Nya saw, karena dijamin akan selamat di dunia dan akhirat. Banyak firmanNya sering kita dengar di khutbah Jum’at, antara lain ini:

Allah berfirman: "Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka”. (Thaha [20]: 123)

 “Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, Maka mereka adalah orang- orang yang mendapat kemenangan” (An-Nur [24]: 52)

Agar kita selamat dan bahagia, sungguh jelas perintah Allah, yakni kita harus taat kepadaNya, dan kepada RasulNya, dan jangan lupa bersatu:

Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (Al Anfal [8]: 46)

Mengikuti Rasul saw adalah dengan meneladani, mematuhi apa-apa yang diperintahkannya dan menjauhi apa-apa yang dilarangnya, sebagaimana perintah Allah swt sbb:

“Apa yang diberikan Rasul kepadamu, Maka terimalah. dan apa yang dilarangnya bagimu, Maka tinggalkanlah. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Amat keras hukumannya” (QS Al-Hasyr [59]: 7)

Untuk itulah muslimin wajib menuntut ilmu agama dari Ustadz, Kiyai atau Ulama yang selalu berdasar dalil yang bersumber Al-Qur’an atau Sunnah Rasulullah saw, agar paham bagaimana beragama Islam dengan benar, tidak sesat atau menyimpang dari Rasul saw. Memang harus dengan tatap muka, agar dialogis dan bisa dibimbing dengan baik. Pengajianlah kuncinya, entah diberi format apa saja (seminar, workshop, pelatihan dll).

Muslimin rohimakumullah

Mengapa harus demikian? Karena ada peringatan dari Rasulullah saw, setelah zaman beliau, akan datang zaman dimana ada umat Islam menyelisihi beliau (na’udzubillah), mengerjakan yang tidak diperintah, misalnya menambah-nambah upacara seolah ibadah atau syariat yang bukan berasal dari beliau. Kita yang mempunyai prinsip taat kepada Allah swt dan Rasul-Nya saw harus menolak bentuk-bentuk pengamalan agama seperti itu. Sudah banyak hadits sahih yang dikupas para ulama/ustadz yang melarang kita menambah-nambah tata upacara yang tidak diperintah beliau. Inilah sabdanya yang meminta kita memurnikan Islam hanya bersumber dari Allah dan beliau:

“Tidaklah Allah mengutus seorang Nabi melainkan di dalam umatnya ada yang mendapat petunjuk dengan ajarannya dan bersungguh-sungguh melaksanakan sunnahnya. Kemudian datanglah generasi demi generasi di belakangnya diantaranya mereka berkata-kata tetapi tidak diamalkan dan mengamalkan yang tidak diperintahkan. Maka siapa yang berjihad (mengoreksi) terhadap mereka dengan tangannya, maka dialah orang mukmin, dan siapa yang berjihad terhadap mereka dengan lisannya maka dialah mukmin, dan siapa yang berjihad terhadap mereka dengan hatinya (tidak setuju) maka dialah orang mukmin. Di luar daripada itu tidak ada lagi iman walau hanya sebiji sawi” (Sabda Rasulullah saw dalam Kitab Kitabul Iman oleh Ibnu Taimiyah)

Muslimin rohimakumullah
Marilah kita amalkan Islam yang benar yaitu dengan mentaati firman Allah sebagaimana firman-firman yang telah kami bacakan tadi dan antara lain juga harus saling mengasihi diantara umat Islam:
“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan Dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. kamu Lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud”. (Al Fath [48]: 29)

“oleh sebab itu bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah perhubungan di antara sesamamu; dan taatlah kepada Allah dan rasul-Nya jika kamu adalah orang-orang yang beriman.” (Al-Anfal [8]: 1)

Bentuk ketaatan utama adalah shalat. Janganlah kita melakukan shalat yang bukan berdasar atas contoh dan perintah Rasulullah saw, meskipun yang memerintahkan Anda adalah yang dikenal ulama agung sekalipun. Jika tidak ada dasarnya dari Rasul saw, maka harus kita tolak. Dengan mengaji Anda akan tahu, mana yang berdasar, mana yang tidak.

Disampaikan pada Khutbah Jum’at di Masjid Al-Kautsar, Jl. Cempolorejo V Semarang, 25 Juni 2010 oleh Dr. H. M.Masyrifan Djamil, MPH., MMR.


[1] Yang dimaksud dengan binatang ternak di sini ialah binatang-binatang yang termasuk jenis unta, lembu, kambing dan biri-biri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar