• Landasan saya memilih adalah untuk mencari ridlo Allah, bukan untuk mencari ridho (menyenangkan) orang tua, saudara, teman, suami/istri, apalagi bos. Jadi kita harus siap menerima risiko digunjing oleh manusia, tak akan mempengaruhi sikap, keputusan dan pelaksanaannya. Dasarnya? Kelak yang menentukan kita dapat ridlo Allah, masuk surga atau sebaliknya bukan manusia di sekitar kita, tetapi antara saya dan Allah swt
• Memahami makna hisab dan rukyat. Rukyat adalah kegiatan melihat terbitnya bulan muda pada tanggal 1 Qomariyah (hilal), berdasarkan sabda Nabi Muhammad saw (hadits). Sebelum melihat terbitnya bulan, diperhitungkan dengan hisab. Hisab secara mudahnya adalah perhitungan dengan ilmu astronomi (ilmu Falaq) untuk menetapkan hilal dengan ukuran ketinggian (posisi, derajat dan lamanya muncul) di ufuk, jadwal sholat, gerhana, lewatnya komet dll. Dengan perhitungan itu mata atau alat bantu teropong dapat diarahkan pada hari, jam, menit, detik ke arah hilal. Hisab berkembang karena firman Allah swt (al Surah Huud 5, Al-Isra’ 12) dan kenyataan fenomena langit dapat ditelaah secara empirik dan melalui perhitungan
• Ilmu Falaq bersifat pasti (eksakta) sehingga penentuan jadwal, gerhana, komet dan fenomena alam lainnya dapat dihitung dengan tepat. Sampai sekarang perhitungan dengan ilmu itu tidak meleset. Ilmu Hisab berkembang karena Islam mendorong ijtihad. Orang yang ijtihadnya salah, masih mendapat pahala 1 (sabda Rasul saw)
• Perhatikan kalender NU, Muhammadiyah, Menara Kudus dll yang mengandung perhitungan hisab untuk penetapan awal Romadlon dan Syawal. Bagaimana hisab yang kita pilih? Kita pilih perhitungan hisab yang tidak ada perbedaan (khilaf) antara para ahli tentang penentuan awal Romadlon dan Syawal. Jika sudah dikatakan maujud hilalnya, sebenarnya sudah selesai. Tetapi karena ada perintah Rasul saw untuk rukyat maka harus dilakukan rukyat
• Rasulullah saw pernah dilapori oleh seorang Badui yang melihat hilal. Beliau menanyakan apakah si Badui telah Islam (syahadat), setelah mendapat jawaban bahwa saksi hilal itu telah muslim, maka Nabi saw memerintahkan untuk buka dan besok merayakan (sholat) Id. Catatan: hanya satu orang saksi sudah cukup bagi Rasul saw untuk menetapkan.
• Cara lain adalah mencari informasi (sekarang sangat mudah dengan adanya internet , HP dan BB) negara lain terdekat sampai Makkah dan Madinah kapan Idul Fitri dirayakan. Saya pribadi cenderung sama dengan Makkah dan Madinah, karena jarak Indonesia Makkah adalah 4 jam, jadi harinya sama. Dalam Idul Fitri sekarang, Indonesia hanya bersama 3 negara (Brunei, Nigeria, Afrika Selatan dan Indonesia) yang berhari Raya pada tanggal 30 Agustus. Sisanya (mayoritas negara berpenduduk Muslim, termasuk yang dekat yaitu Singapura – minoritas—dan Malaysia berhari raya 29 Agustus)
• Dalam Sidang itsbat pada tanggal 29 Agustus 2011 yang dipimpin Menag dinyatakan bahwa Tim Rukyatul Hilal Cakung dan Jepara melihat hilal. Mereka lebih dari 1 orang, semua muslim dan di bawah sumpah (Islam, atau Demi Allah) dihadapan Ketua PA dan Ormas Islam.
• Meskipun begitu, kita semua bebas memilih apakah berlebaran 29 atau 30 Agustus 2011. Hanya yang perlu diperhatikan:
o Jika memilih salah satu tanggal, maka harus lengkap, yakni tidak boleh puasa lagi dan paginya (sampai mulai dhuha) melakukan Shalat Id berjamaah
o Bukanlah dituntun Islam, manakala memilih tidak puasa tanggal 29 Agustus, tetapi sholatnya 30 Agustus dengan alasan toleransi. Ini bukan soal toleransi tetapi pilihan, karena sunnahnya sholat Id adalah pagi sampai sekitar jam 7, saat dinyatakan hari itu tanggal 1 Syawal.
o Bila tidak puasa tanggal 29 Agustus berarti menyatakan hari itu sudah 1 Syawal (haram berpuasa), maka sunnah muakkad (sunnah yang kuat atau sangat dianjurkan) untuk sholat. Maka tanggal 2 Syawal atau 31 Agustus (Rabu) sudah tidak ada sunnah sholat Id lagi
o Sunnah adalah amalan yang bila dikerjakan mendapat pahala, jika ditinggalkan tidak berdosa.
• Jadi pantang “leda-lede” pilih ini itu, demi menyenangkan manusia atau cari untung di dunia.
• Nah “take it easy” untuk memilih, selanjutnya jika sudah menentukan pilihan maka kita bertawakkal (firman Allah: Faidzaa ‘azamta fatawakkal ‘alallaah...apabila kamu telah memutuskan suatu perkara, maka bertawakkal lah kepada Allah).
Disajikan sedikit ilmu dan pengalaman bidang kesehatan dan agama Islam kepada siapa saja yang berusaha sehat dan selamat
Selamatkanlah dirimu dan keluargamu dari api neraka
Sehat dan selamat dengan 4 i + 2 t (islam, iman, ihsan, ikhlas plus taqwa dan tawakkal). Maka harus ada ilmunya. Selamat dalam Islam ialah bertauhid lalu taat kepada Allah swt dan Rasul-Nya saw. Apa yang diberi Rasul maka ambillah, apa yang dilarangnya maka jauhilah (Al-Hasyr 7). Jadi Allah dan Rasul-Nya adalah nomor satu.
Mohon sumbangan tulisan kesehatan dan agama, dikirm via email ke rifan.mmd@gmail.com. Kami tunggu dan jazakumullah khoiran katsiran.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar