Semoga semua
anggota Polisi yang meninggal dalam tugas termasuk mati syahid. Semua muslim
yang berjuang di jalan Allah swt, dimana saja di Ambon, di Poso (dulu), di
Palestina, di Serbia dan sekitarnya, di Iraq, di Libya, di Mesir, di Suriah,
dimanapun di bumi Allah, termasuk mati syahid. Amiin yaa robbal ‘aalamiin.
Karena
misalnya pak Polisi yang dibunuh oleh orang yang akan ditangkapnya, atau oleh
rampok maupun teroris telah berada di jalan Allah swt (tugas negara). Betapa
bersedih dan menderita keluarganya. Semoga sabar dan tetap iman serta tawakkal.
Polisi yang menjadi korban terakhir adalah Bripka Sukardi yang meninggal tadi
malam (ini unggahan tanggal 11 September 2013)
Mari kita
doakan: "Allaahummaghfirlahu wa’aafihi wa’fu ‘anhu wawassi’ madkholahu wa
akrim nuzuulahu, Allaahumma aghsilhu bil maa-i wats tsalji wal barod,
wanaqqihii minal khothooyaa kamaa yunaqqots tsaubul abyadlu minad danats,
Allaahumma abdilhu daaron khoiron min daarihi wa ahlan khoiron min ahlihi wa
zaujan khoiron min zaujihi. Allaahumma laa tahrimnaa ajrohu walaa taftinnaa
ba’dahu, waj’alil jannata matswahu, waghfirlanaa walahu".
Di bawah ini
beberapa hadits tentang mati syahid
صحيح
البخاري ٢٥٨٦: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ
عَمْرٍو حَدَّثَنَا أَبُو إِسْحَاقَ عَنْ حُمَيْدٍ قَالَ سَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ
رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
عَنْ
النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا مِنْ عَبْدٍ يَمُوتُ لَهُ
عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ يَسُرُّهُ أَنْ يَرْجِعَ إِلَى الدُّنْيَا وَأَنَّ لَهُ الدُّنْيَا
وَمَا فِيهَا إِلَّا الشَّهِيدَ لِمَا يَرَى مِنْ فَضْلِ الشَّهَادَةِ فَإِنَّهُ يَسُرُّهُ
أَنْ يَرْجِعَ إِلَى الدُّنْيَا فَيُقْتَلَ مَرَّةً أُخْرَى
Shahih
Bukhari 2586: Telah bercerita kepada kami 'Abdullah bin Muhammad telah
bercerita kepada kami Mu'awiyah bin 'Amru telah bercerita kepada kami Abu Ishaq
dari Humaid berkata aku mendengar Anas bin Malik radliallahu 'anhu dari Nabi
shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak ada seorang hamba pun yang
meninggal dunia, di dimana di sisi Allah dia mendapatkan balasan, yang lebih
baik sehingga membuatnya berhasrat untuk kembali lagi ke dunia dan sungguh dia
mendapatkan dunia beserta isinya kecuali orang yang mati syahid karena dia
melihat keutamaan mati syahid. Sungguh dia menginginkan dapat kembali ke dunia
kemudian dia (berperang) dan mati syahid sekali lagi".
صحيح
البخاري ٢٥٨٢: حَدَّثَنَا مُوسَى حَدَّثَنَا جَرِيرٌ حَدَّثَنَا أَبُو رَجَاءٍ عَنْ
سَمُرَةَ
قَالَ
النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَيْتُ اللَّيْلَةَ رَجُلَيْنِ أَتَيَانِي
فَصَعِدَا بِي الشَّجَرَةَ فَأَدْخَلَانِي دَارًا هِيَ أَحْسَنُ وَأَفْضَلُ لَمْ أَرَ
قَطُّ أَحْسَنَ مِنْهَا قَالَا أَمَّا هَذِهِ الدَّارُ فَدَارُ الشُّهَدَاءِ
Shahih
Bukhari 2582: Telah bercerita kepada kami Musa telah bercerita kepada kami
Jarir telah bercerita kepada kami Abu Roja' dari Samrah: Nabi shallallahu
'alaihi wasallam bersabda: "Pada malam (Isra' dan Mi'raj) aku ditemui oleh
dua malaikat yang mengajakku mendaki sebuah pohon lalu keduanya memasukkan aku
ke sebuah negeri (kampung) yang terbaik dan paling utama yang belum pernah aku
melihat yang lebih bailk darinya. Kedua malaikat itu berkata: "Adapun
negeri ini adalah kampungnya para syuhada' (orang yang mati syahid) ".
صحيح
البخاري ٢٦٠٦: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا غُنْدَرٌ حَدَّثَنَا
شُعْبَةُ قَالَ سَمِعْتُ قَتَادَةَ قَالَ سَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ
عَنْهُ
عَنْ
النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا أَحَدٌ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ
يُحِبُّ أَنْ يَرْجِعَ إِلَى الدُّنْيَا وَلَهُ مَا عَلَى الْأَرْضِ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا
الشَّهِيدُ يَتَمَنَّى أَنْ يَرْجِعَ إِلَى الدُّنْيَا فَيُقْتَلَ عَشْرَ مَرَّاتٍ
لِمَا يَرَى مِنْ الْكَرَامَةِ
Shahih
Bukhari 2606: Telah bercerita kepada kami Muhammad bin Basysyar telah bercerita
kepada kami Ghundar telah bercerita kepada kami Syu'bah berkata aku mendengar
Qatadah berkata aku mendengar Anas bin Malik radliallahu 'anhu dari Nabi
shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak seorangpun yang masuk surga
namun dia suka untuk kembali ke dunia, karena menurutnya di dunia tidak ada
yang bernilai sedikit pun, kecuali orang yang mati syahid dimana dia berkeinginan
untuk kembali ke dunia kemudian berperang lalu terbunuh hingga sepuluh kali
karena dia melihat keistimewaan karamah (mati syahid).
صحيح
البخاري ٢٦١٧: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ سُمَيٍّ
عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
أَنَّ
رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الشُّهَدَاءُ خَمْسَةٌ الْمَطْعُونُ
وَالْمَبْطُونُ وَالْغَرِقُ وَصَاحِبُ الْهَدْمِ وَالشَّهِيدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ
Shahih
Bukhari 2617: Telah bercerita kepada kami 'Abdullah bin Yusuf telah mengabarkan
kepada kami Malik dari Sumayya dari Abu Shalih dari Abu Hurairah radliallahu
'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Syuhada'
(orang yang mati syahid) ada lima; yaitu orang yang terkena wabah penyakit
Tha'un, orang yang terkena penyakit perut, orang yang tenggelam, orang yang
tertimpa reruntuhan bangunan dan yang mati syahid di jalan Allah".
صحيح
البخاري ٦١٥: حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ عَنْ مَالِكٍ عَنْ سُمَيٍّ مَوْلَى أَبِي بَكْرِ
بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي صَالِحٍ السَّمَّانِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
أَنَّ
رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بَيْنَمَا رَجُلٌ يَمْشِي
بِطَرِيقٍ وَجَدَ غُصْنَ شَوْكٍ عَلَى الطَّرِيقِ فَأَخَّرَهُ فَشَكَرَ اللَّهُ لَهُ
فَغَفَرَ لَهُ ثُمَّ قَالَ الشُّهَدَاءُ خَمْسَةٌ الْمَطْعُونُ وَالْمَبْطُونُ وَالْغَرِيقُ
وَصَاحِبُ الْهَدْمِ وَالشَّهِيدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَقَالَ لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ
مَا فِي النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الْأَوَّلِ ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلَّا أَنْ يَسْتَهِمُوا
لَاسْتَهَمُوا عَلَيْهِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِي التَّهْجِيرِ لَاسْتَبَقُوا إِلَيْهِ
وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِي الْعَتَمَةِ وَالصُّبْحِ لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا
Shahih
Bukhari 615: Telah menceritakan kepada kami Qutaibah dari Malik dari Sumayya
mantan budak Abu Bakar bin 'Abdurrahman, dari Abu Shalih As Saman dari Abu
Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ketika
seorang laki-laki berjalan pada suatu jalan dan menemukan dahan berduri lalu ia
membuangnya maka Allah menyanjungnya dan mengampuni dosanya." Kemudian
beliau bersabda: "Orang yangmati syahid itu ada lima; orang yang mati
karena penyakit kusta, orang yang mati karena sakit perut, orang yang mati
kerena tenggelam, orang yang mati karena tertimpa reruntuhan dan orang yang
terbunuh di jalan Allah." Beliau melanjutkan sabdanya: "Seandainya
manusia mengetahui apa (kebaikan) yang terdapat pada adzan dan shaf awal, lalu
mereka tidak dapat meraihnya kecuali dengan cara mengundi tentulah mereka akan
mengundi. Dan seandainya mereka mengetahui apa yang terdapat pada bersegera
menuju shalat, tentulah mereka akan berlomba-lomba. Dan seandainya mereka
mengetahui kebaikan yang terdapat pada shalat 'Atamah (shalat 'Isya') dan
Shubuh, tentulah mereka akan mendatanginya walaupun harus dengan
merangkak."
صحيح
البخاري ٣٢١٥: حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا دَاوُدُ بْنُ أَبِي
الْفُرَاتِ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ بُرَيْدَةَ عَنْ يَحْيَى بْنِ يَعْمَرَ
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ قَالَتْ
سَأَلْتُ
رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الطَّاعُونِ فَأَخْبَرَنِي
أَنَّهُ عَذَابٌ يَبْعَثُهُ اللَّهُ عَلَى مَنْ يَشَاءُ وَأَنَّ اللَّهَ جَعَلَهُ رَحْمَةً
لِلْمُؤْمِنِينَ لَيْسَ مِنْ أَحَدٍ يَقَعُ الطَّاعُونُ فَيَمْكُثُ فِي بَلَدِهِ صَابِرًا
مُحْتَسِبًا يَعْلَمُ أَنَّهُ لَا يُصِيبُهُ إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَهُ إِلَّا
كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ شَهِيدٍ
Shahih
Bukhari 3215: Telah bercerita kepada kami Musa binIsma'il telah bercerita
kepada kami Daud bin Abu Al Furat telah bercerita kepada kami 'Abdullah bin
Buraidah dari Yahya bin Ya'mar dari 'Aisyah radliallahu 'anhu, istri Nabi
shallallahu 'alaihi wasallam berkata; "Aku pernah bertanya kepada
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tentang masalah tha'un lalu beliau
mengabarkan aku bahwa tha'un (penyakit sampar, pes, lepra) adalah sejenis siksa
yang Allah kirim kepada siapa yang Dia kehendaki dan sesungguhnya Allah
menjadikan hal itu sebagai rahmat bagi kaum muslimin dan tidak ada seorangpun
yang menderita tha'un lalu dia bertahan di tempat tinggalnya dengan sabar dan
mengharapkan pahala dan mengetahui bahwa dia tidak terkena musibah melainkan
karena Allah telah mentaqdirkannya kepadanya, maka dia mendapatkan pahala
seperti pahala orang yang mati syahid".
صحيح
البخاري ٢٣٠٠: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَزِيدَ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ هُوَ ابْنُ
أَبِي أَيُّوبَ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو الْأَسْوَدِ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ
بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ
سَمِعْتُ
النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ قُتِلَ دُونَ مَالِهِ فَهُوَ
شَهِيدٌ
Shahih
Bukhari 2300: Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Yazid telah menceritakan
kepada kami Sa'id, dia adalah anak dari Abu Ayyub berkata, telah menceritakan
kepadaku Abu Al Aswad dari 'Ikrimah dari 'Abdullah bin 'Amru radliallahu
'anhuma berkata, aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Siapa yang terbunuh karena membela hartanya maka dia syahid".
صحيح
البخاري ٥٢٩٢: حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ عَنْ مَالِكٍ عَنْ سُمَيٍّ عَنْ أَبِي صَالِحٍ
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
عَنْ
النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْمَبْطُونُ شَهِيدٌ وَالْمَطْعُونُ
شَهِيدٌ
Shahih
Bukhari 5292: Telah menceritakan kepada kami Abu 'Ashim dari Malik dari Sumayy
dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau
bersabda: "(meninggal) karena sakit perut adalah syahid, dan (meninggal)
karena lepra juga syahid."
Sungguh
tinggi kedudukan orang yang mati syahid.
Unggah FB 11
September 2013 status
Semoga semua
anggota Polisi yang meninggal dalam tugas termasuk mati syahid. Semua muslim
yang berjuang di jalan Allah swt, dimana saja di Ambon, di Poso (dulu), di
Palestina, di Serbia dan sekitarnya, di Iraq, di Libya, di Mesir, di Suriah,
dimanapun di bumi Allah, termasuk mati syahid. Amiin yaa robbal ‘aalamiin.
Karena
misalnya pak Polisi yang dibunuh oleh orang yang akan ditangkapnya, atau oleh
rampok maupun teroris telah berada di jalan Allah swt (tugas negara). Betapa
bersedih dan menderita keluarganya. Semoga sabar dan tetap iman serta tawakkal.
Polisi yang menjadi korban terakhir adalah Bripka Sukardi yang meninggal tadi
malam.
Mari kita
doakan: "Allaahummaghfirlahu wa’aafihi wa’fu ‘anhu wawassi’ madkholahu wa
akrim nuzuulahu, Allaahumma aghsilhu bil maa-i wats tsalji wal barod,
wanaqqihii minal khothooyaa kamaa yunaqqots tsaubul abyadlu minad danats,
Allaahumma abdilhu daaron khoiron min daarihi wa ahlan khoiron min ahlihi wa
zaujan khoiron min zaujihi. Allaahumma laa tahrimnaa ajrohu walaa taftinnaa
ba’dahu, waj’alil jannata matswahu, waghfirlanaa walahu".
Shahih
Bukhari 2586: dari Anas bin Malik radliallahu 'anhu dari Nabi shallallahu
'alaihi wasallam bersabda: "Tidak ada seorang hamba pun yang meninggal
dunia, di dimana di sisi Allah dia mendapatkan balasan, yang lebih baik
sehingga membuatnya berhasrat untuk kembali lagi ke dunia dan sungguh dia
mendapatkan dunia beserta isinya kecuali orang yang mati syahid karena dia
melihat keutamaan mati syahid. Sungguh dia menginginkan dapat kembali ke dunia
kemudian dia (berperang) dan mati syahid sekali lagi".
Shahih
Bukhari 2582: dari Samrah: Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Pada malam (Isra' dan Mi'raj) aku ditemui oleh dua malaikat yang
mengajakku mendaki sebuah pohon lalu keduanya memasukkan aku ke sebuah negeri
(kampung) yang terbaik dan paling utama yang belum pernah aku melihat yang
lebih bailk darinya. Kedua malaikat itu berkata: "Adapun negeri ini adalah
kampungnya para syuhada' (orang yang mati syahid) ".
Shahih
Bukhari 2606: dari Anas bin Malik radliallahu 'anhu dari Nabi shallallahu
'alaihi wasallam bersabda: "Tidak seorangpun yang masuk surga namun dia
suka untuk kembali ke dunia, karena menurutnya di dunia tidak ada yang bernilai
sedikit pun, kecuali orang yang mati syahid dimana dia berkeinginan untuk
kembali ke dunia kemudian berperang lalu terbunuh hingga sepuluh kali karena
dia melihat keistimewaan karamah (mati syahid).
Shahih
Bukhari 2617: dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam bersabda: "Syuhada' (orang yang mati syahid) ada lima;
yaitu orang yang terkena wabah penyakit Tha'un, orang yang terkena penyakit
perut, orang yang tenggelam, orang yang tertimpa reruntuhan bangunan dan yang
mati syahid di jalan Allah".
Shahih
Bukhari 615: dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
bersabda: "Ketika seorang laki-laki berjalan pada suatu jalan dan
menemukan dahan berduri lalu ia membuangnya maka Allah menyanjungnya dan
mengampuni dosanya." Kemudian beliau bersabda: "Orang yangmati syahid
itu ada lima; orang yang mati karena penyakit kusta, orang yang mati karena
sakit perut, orang yang mati kerena tenggelam, orang yang mati karena tertimpa
reruntuhan dan orang yang terbunuh di jalan Allah." Beliau melanjutkan
sabdanya: "Seandainya manusia mengetahui apa (kebaikan) yang terdapat pada
adzan dan shaf awal, lalu mereka tidak dapat meraihnya kecuali dengan cara mengundi
tentulah mereka akan mengundi. Dan seandainya mereka mengetahui apa yang
terdapat pada bersegera menuju shalat, tentulah mereka akan berlomba-lomba. Dan
seandainya mereka mengetahui kebaikan yang terdapat pada shalat 'Atamah (shalat
'Isya') dan Shubuh, tentulah mereka akan mendatanginya walaupun harus dengan
merangkak."
Shahih
Bukhari 3215: dari 'Aisyah radliallahu 'anhu, istri Nabi shallallahu 'alaihi
wasallam berkata; "Aku pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam tentang masalah tha'un lalu beliau mengabarkan aku bahwa
tha'un (penyakit sampar, pes, lepra) adalah sejenis siksa yang Allah kirim
kepada siapa yang Dia kehendaki dan sesungguhnya Allah menjadikan hal itu
sebagai rahmat bagi kaum muslimin dan tidak ada seorangpun yang menderita
tha'un lalu dia bertahan di tempat tinggalnya dengan sabar dan mengharapkan
pahala dan mengetahui bahwa dia tidak terkena musibah melainkan karena Allah
telah mentaqdirkannya kepadanya, maka dia mendapatkan pahala seperti pahala
orang yang mati syahid".
Shahih
Bukhari 2300: dari 'Abdullah bin 'Amru radliallahu 'anhuma berkata, aku
mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Siapa yang terbunuh
karena membela hartanya maka dia syahid".
Shahih
Bukhari 5292: dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau
bersabda: "(meninggal) karena sakit perut adalah syahid, dan (meninggal)
karena lepra juga syahid."
Sungguh
tinggi kedudukan orang yang mati syahid.
Wallahu a'lam 11 September 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar